Kamis, 7 Mei 2026

Tahukah Anda

Studi Terbaru Ungkap Kapan Berlian Dimuntahkan Bumi

Untuk menemukan keberadaan berlian, tim peneliti menggunakan gelombang suara atau data seismik untuk mengetahui apa saja yang terdapat di bawah

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
Freepik/Sergejs Rahunoks
Ilustrasi berlian 

PROHABA.CO - Berlian terdapat pada lapisan bebatuan kraton, yaitu lempeng benua yang stabil.

Kraton berbentuk seperti gunung terbalik, terletak di tengah lempeng tektonik, dan dapat mencapai kedalaman sekitar 322 kilometer.

Untuk menemukan keberadaan berlian, tim peneliti menggunakan gelombang suara atau data seismik untuk mengetahui apa saja yang terdapat di bawah permukaan bumi.

Teknologi yang sama seperti yang digunakan saat untuk merekam aktivitas gempa bumi.

Dalam sebuah studi terbaru, peneliti Inggris mengungkapkan bahwa kemunculan berlian ternyata dimuntahkan Bumi saat superbenua terpecah.

Berlian dimuntahkan dari dalam Bumi ketika terjadi letusan gunung berapi yang sangat dahsyat dan eksplosif.

Para peneliti mengungkapan dalam studi baru, mereka telah menemukan sebuah pola yang menyebabkan berlian muncul ke Bumi.

Dilansir dari Live Science, Rabu (23/8/2023), peristiwa pecahnya superbenua (Supercontinents) ternyata bisa memicu letusan eksplosif yang memuntahkan semburan berlian ke permukaan Bumi.

Baca juga: Bagaimana Berlian Bisa Muncul ke Permukaan Bumi, Berikut Penjelasannya

Berlian terbentuk jauh di dalam kerak Bumi, yakni sekitar 150 km.

Batu mulia ini dibawa ke permukaan Bumi dengan sangat cepat dalam letusan yang disebut kimberlite.

Menurut Thomas Gernon, seorang profesor ilmu bumi dan iklim di University of Southampton, Inggris, kimberlite ini kemudian bergerak dengan kecepatan antara 8 hingga 133 km/jam.

Selain itu, ada beberapa letusan mungkin telah menciptakan ledakan gas dan debu seperti Gunung Vesuvius.

Selanjutnya, Gernon menjelaskan, ia dan timnya memperhatikan bahwa letusan kimberlite yang menyebabkan berlian menyembul ke permukaan Bumi, paling sering ditemukan pada saat lempeng tektonik menata ulang diri mereka sendiri dengan cara yang besar.

Anehnya, kimberlite tersebut lebih sering meletus di tengah-tengah benua, bukan di sisi tepi perpecahan.

“Berlian telah berada di dasar benua selama ratusan juta atau bahkan miliaran tahun,” kata Gernon.

Baca juga: Donald Trump Akan Ditahan dan Masuk Penjara Kumuh di Atlanta

Baca juga: Hope Diamond, Berlian yang Dipercaya Memiliki Kutukan

Oleh karenanya, jelas Gernon, untuk dapat muncul ke luar permukaan Bumi, maka harus ada stimulus yang dapat mendorong berlian secara tiba-tiba karena letusan-letusan itu sendiri sangat kuat, sangat eksplosif.

Pola munculnya berlian ke permukaan Bumi Dalam studi ini, Gernon dan timnya mulai mencari korelasi atau hubungan antara usia kimberlite dan tingkat fragmentasi lempeng yang terjadi saat itu.

Peneliti menemukan, selama 500 juta tahun terakhir, terdapat pola di mana lempeng Bumi mulai terpisah, lalu 22 juta tahun hingga 30 juta tahun kemudian, letusan kimberlite mencapai puncaknya.

Untuk mengetahui faktor yang dapat mendorong pola-pola tersebut, mereka menggunakan beberapa model komputer dari kerak dalam dan mantel atas.

Dalam studi ini, peneliti menemukan, ketika lempeng tektonik saling tarik-menarik, dasar kerak benua jadi menipis.

(Kompas.com)

Baca juga: Ada Berapa Banyak Berlian yang Masih Tersimpan di Bumi?

Baca juga: Berlian Heksagonal Misterius Ditemukan, Berasal dari Planet Lain

Baca juga: Berlian Pink 170 Karat Terbesar di Dunia Ditemukan di Angola

 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Studi Ungkap Berlian Ternyata Dimuntahkan Bumi Saat Superbenua Pecah", 

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved