Senin, 20 April 2026

Tahukah Anda

Pertama Kali, Parker Solar Probe Pesawat Luar Angkasa Berhasil Sentuh Matahari

Parker Solar Probe milik National Aeronautics and Space Administration (NASA)merupakan pesawat luar angkasa pertama yang berhasil “menyentuh” Matahari

Editor: Muliadi Gani
Johns Hopkins University Applied Physics Laboratory
Ilustrasi satelit luar angkasa Parker Solar Probe Nasa yang mendekati Matahari.(Johns Hopkins University Applied Physics Laboratory) 

PROHABA.CO, WASHNTON DC - Pesawat milik Badan Antariksa Amerika Serikat (AS) atau NASA berhasil 'menyentuh' Matahari.

Parker Solar Probe masuk ke korona bintang besar pada bulan April 2021.

Butuh hingga beberapa bulan untuk Bumi bisa mendapatkan data dari perjalanan itu.

Selanjutnya juga perlu beberapa bulan lagi untuk melakukan konfirmasi.

Parker Solar Probe milik National Aeronautics and Space Administration (NASA) merupakan pesawat luar angkasa pertama yang berhasil “menyentuh” Matahari.

Parker Solar Probe diluncurkan pada 12 Agustus 2018 dengan menggunakan roket United Launch Alliance Delta IV Heavy.

Misi wahana ini adalah untuk mempelajari-Matahari dengan detail yang belum pernah terjadi sebelumnya NASA menyatakan, Parker Solar Probe berhasil “menyentuh” Matahari ketika pesawat itu menukik ke dalam atmosfer luar Matahari atau corona selama terbang lintas kedelapan pada 28 April 2021.

Pesawat luar angkasa ini akan menyelesaikan 24 orbit Matahari selama tujuh tahun masa pakainya dan akan terbang tujuh kali lebih dekat ke Matahari dibandingkan pesawat ruang angkasa lainnya.

Ilmuwan Proyek Parker Solar Probe, Nicola Fox, dari The Johns Hopkins University Applied Physics Laboratory (APL), mengatakan bahwa Parker Solar Probe akan menjawab pertanyaan tentang fisika Matahari yang telah membingungkan para ilmuwan selama lebih dari enam dekade.

Baca juga: Apa Itu Teleskop Luar Angkasa James Webb? Simak Fitur Kegunaannya Berikut Ini

Fakta-fakta Parker Solar Probe Melansir Space, berikut adalah beberapa fakta menarik tentang Parker Solar Probe.

1. Kecepatannya

Pada penerbangan jarak dekat Matahari yang ke-10 pada tanggal 21 November 2021, gravitasi Matahari yang kuat mempercepat Parker Solar Probe hingga kecepatan tertinggi, yakni 163 kilometer per detik.

Ini lebih cepat daripada wahana apa pun yang pernah diluncurkan sebelumnya.

Menurut NASA, selama jarak terdekatnya dengan Matahari, Parker Solar Probe akan mencapai kecepatan sangat tinggi, yakni sekitar 700.000 km per jam.

2. Lintasannya

Parker Solar Probe telah terbang lebih dekat ke Matahari dibandingkan pesawat ruang angkasa lainnya dan akan terus menyusutkan orbitnya di sekitar Matahari selama kurang lebih tujuh tahun umurnya.

Lintasan menukik wahana antariksa mengelilingi matahari tidak akan mungkin terjadi tanpa serangkaian penerbangan bantuan gravitasi Venus.

Selama masa pakainya, Parker Solar Probe akan menggunakan tujuh kali terbang melintasi Venus untuk secara bertahap mempersempit orbitnya mengelilingi Matahari, hingga mencapai jarak 6,16 juta km.

3. Suhunya

Saat wahana ini mendekati Matahari, perisai suryanya akan menghadapi suhu mendekati 1.400 derajat Celsius.

Yang mengherankan, instrumen sains pesawat ruang angkasa ini akan terlindungi dari suhu terik ini dan tetap mendekati suhu ruangan, yakni sekitar 30 derajat Celsius.

Baca juga: NASA Perkenalkan Empat Astronaut untuk Misi Lintasi Bulan, Ada Perempuan dan Kulit Hitam

Baca juga: Pesawat Luar Angkasa NASA Berhasil Menyentuh Matahari

4. Tujuan misi

Parker Solar Probe sedang mempelajari Matahari dari dekat dalam upaya untuk memahami bagaimana energi dan panas bergerak melalui atmosfer Matahari dan memengaruhi proses seperti angin matahari.

Menurut APL, tiga tujuan ilmiah utama dari Parker Solar Probe adalah: Menelusuri aliran energi yang memanaskan dan mempercepat korona Matahari dan angin Matahari.

Menentukan struktur dan dinamika plasma dan medan magnet pada sumber angin Matahari.

Menjelajahi mekanisme yang mempercepat dan mengangkut partikel energik.

Matahari adalah sumber utama cahaya dan panas Bumi, tapi itu bukan satu-satunya pengaruh Matahari terhadap planet ini.

Angin Matahari adalah kumpulan partikel bermuatan yang mengalir dari bintang dan melewati Bumi dengan kecepatan lebih dari 400 kilometer per detik.

Gangguan pada angin Matahari dapat mengguncang medan magnet planet kita dan memompa energi ke sabuk radiasi sehingga memicu serangkaian perubahan yang dikenal sebagai cuaca luar angkasa.

Parker Solar Probe ini yang akan membantu para ilmuwan memahami lebih banyak tentang mekanisme yang mendasari Matahari sehingga mereka dapat meningkatkan upaya prakiraan ruang angkasa dan lebih siap menghadapi perubahan aktivitas Matahari.

(Kompas.com)

 

Baca juga: NASA Akhirnya Libatkan Publik untuk Bahas UFO

Baca juga: Tim Luar Angkasa Temukan Rumah Misteri di Bulan

Baca juga: Mengapa Bulan Menjadi Merah saat Gerhana Bulan? Ini Penjelasan NASA

 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Parker Solar Probe, Pesawat Luar Angkasa Pertama yang Berhasil "Sentuh" Matahari", 

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved