Rabu, 13 Mei 2026

Luar Negeri

Prancis Larang Siswi Pakai Abaya ke Sekolah

Pihak berwenang di Prancis mulai memberlakukan larangan penggunaan pakaian muslim abaya bagi murid perempuan di sekolah

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
AFP/NICOLAS TUCAT
Seorang perempuan mengenakan gaun abaya (kuning) berjalan di jalanan Marseille, Perancis selatan, pada 29 Agustus 2023. Abaya -gaun panjang yang menjuntai dari Timur Tengah akan dilarang untuk siswi sekolah, kata Menteri Pendidikan Perancis, Gabriel Attal kepada wartawan pada 27 Agustus 2023, saat para siswa bersiap untuk kembali ke ruang kelas mereka setelah liburan musim panas. 

PROHABA.CO, PARIS - Beberapa sekolah di Prancis memulangkan puluhan siswi gara-gara menolak melepas abaya di hari pertama tahun ajaran baru.

Menteri Pendidikan Nasional dan Pemuda Prancis Gabriel Attal mengatakan ada sekitar 300 siswi Muslim yang dengan sengaja datang ke sekolah mengenakan abaya, untuk menentang larangan pemakaian abaya di sekolah-sekolah.

Pihak berwenang di Prancis mulai memberlakukan larangan penggunaan pakaian muslim abaya bagi murid perempuan di sekolah pada Senin (4/9/2023).

Dalam praktiknya, lebih dari 500 sekolah langsung berada di bawah pengawasan saat anak-anak mulai kembali ke kelas.

Pemerintah Prancis mengumumkan pada bulan lalu bahwa mereka melarang abaya dipakai di sekolah-sekolah.

Mereka saat itu mengatakan, hal tersebut melanggar aturan sekularisme dalam pendidikan.

Pemerintah Prancis sebelumnya juga telah membuat jilbab muslim dilarang dengan alasan hal itu merupakan bentuk afiliasi agama.

Larangan jilbab dan abaya telah menjadiperdebatan sengit di Prancis.

Kebijakan ini mungkin menggembirakan bagi kalangan politik kanan, tapi kalangan kiri berargumen itu sebagai penghinaan terhadap kebebasan sipil.

Baca juga: Wanita Muslim India Lawan Larangan Berhijab di Sekolah

“Semua berjalan lancar pagi ini.

Tidak ada insiden untuk saat ini.

Kami akan terus waspada sepanjang hari agar para siswa memahami arti dari aturan ini,” kata Perdana Menteri Prancis, Elisabeth Borne, saat ia mengunjungi sebuah sekolah di Prancis utara.

Namun, dia menambahkan masih ada sejumlah sekolah yang siswinya datang dengan mengenakan abaya.

“Beberapa siswi setuju untuk menanggalkannya.

Untuk yang lainnya, kami akan berdiskusi dengan mereka dan menggunakan pendekatan pendidikan untuk menjelaskan bahwa ada hukum yang sedang diterapkan,” tambahnya, sebagaimana dikutip dari AFP.

Menteri Pendidikan Prancis, Gabriel Attal mengatakan kepada radio RTL bahwa pihak berwenang telah mengidentifikasi 513 sekolah yang mungkin akan terkena dampak dari larangan abaya di Prancus pada awal tahun ajaran ini.

Terdapat sekitar 45.000 sekolah di Prancis, dengan 12 juta murid akan kembali ke sekolah pada Senin.

Dia menyebut, upaya telah dilakukan menjelang dimulainya tahun ajaran untuk melihat sekolah mana saja yang dapat menimbulkan masalah.

Gabriel Attal menambahkan, pengawas sekolah yang terlatih akan ditempatkan di sekolah-sekolah tertentu.

Baca juga: Di Balik Kerusuhan Prancis, Ibu Nahel Hanya Salahkan Polisi yang Tembak Mati Anaknya

Baca juga: Polisi Nagan Tangkap Tujuh Tersangka Pengedar Narkoba, 22 Gram Sabu Disita

Tidak berlaku untuk orang tua yang mengantar.

Namun, dia menegaskan sikap menentang pemberlakuan larangan bagi orang tua untuk mengenakan pakaian yang memiliki makna religius ketika mereka menemani anak-anak mereka dalam acara sekolah.

“Ada perbedaan antara apa yang terjadi di sekolah dan apa yang terjadi di luar sekolah.

Yang penting bagi saya adalah apa yang terjadi di sekolah,” katanya.

Beberapa tokoh terkemuka di sayap kanan telah meminta pemerintah untuk mewajibkan anak-anak mengenakan seragam sekolah di sekolah- sekolah negeri dan Attal mengatakan bahwa ia akan mengumumkan uji coba seragam pada musim gugur.

“Saya tidak yakin ini adalah solusi ajaib yang akan menyelesaikan semua masalah sekolah.

Tapi saya rasa ini layak untuk diuji coba,” tambahnya. Sebuah undang-undang yang diperkenalkan pada Maret 2004 di Prancis melarang penggunaan tanda atau pakaian yang seolah-olah menunjukkan afiliasi agama di sekolah- sekolah.

Ini termasuk salib besar, kippah Yahudi, dan jilbab Islam.

Tidak seperti jilbab, abaya pakaian panjang dan longgar yang dikenakan untuk mematuhi keyakinan Islam tentang pakaian yang sopan berada di wilayah abuabu dan belum pernah dilarang secara langsung hingga saat ini.

(Kompas. com)

 

Baca juga: Tanding Tanpa Jilbab, Rumah Keluarga Atlet Panjat Tebing Iran Dihancurkan

Baca juga: Nekat Ngopi Tanpa Jilbab, Wanita Iran Ditangkap

Baca juga: Pengunjuk Rasa Tabrakkan Mobil ke Rumah Wali Kota di Prancis, Rumahnya Juga Dibakar

 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Perancis Mulai Berlakukan Larangan Siswi Pakai Abaya ke Sekolah", 

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved