Tahukah Anda
Kenapa India Ingin Ganti Nama Jadi Bharat, Ini Alasannya
Perdana Menteri India (PM) Narendra Modi pun dikabarkan akan membawa resolusi mengubah nama resmi India ke Bharat selama sidang khusus parlemen
PROHABA.CO, NEW DELHI - Pertengahan bulan ini, India akan mengumumkan perubahan nama negaranya.
Nama Bharat digadang-gadang akan menjadi nama baru bagi negeri Bollywood itu.
Perdana Menteri India (PM) Narendra Modi pun dikabarkan akan membawa resolusi mengubah nama resmi India ke Bharat selama sidang khusus parlemen pada 18-22 September.
Undangan makan malam yang dikirimkan pada Selasa (5/9/2023) oleh Presiden India, Droupadi Murmu, kepada para pemimpin negara yang menghadiri KTT G20 di New Delhi justru menuai kontroversi karena menyebutnya sebagai “Presiden Bharat”, nama Sanskerta yang juga berarti India.
Penggunaan “Bharat” dalam undangan diplomatik itu telah memicu kekhawatiran bahwa pemerintah nasionalis Hindu Perdana Menteri (PM) India, Narendra Modi, tengah berencana untuk menghapus penggunaan resmi nama negara itu.
Selain itu, Pemerintah India juga akan mengadakan sebuah sesi parlemen istimewa selama lima hari pada akhir bulan ini untuk mengajukan resolusi khusus yang membahas prioritas penggunaan nama Bharat.
Banyaknya nama di India Bahasa yang digunakan dalam Pasal 1 Konstitusi India menyatakan bahwa “India, yaitu Bharat, akan menjadi sebuah kesatuan negara-negara bagian”, merujuk pada penamaan baik dalam bahasa Inggris maupun Hindi.
India memperoleh kemerdekaannya pada tahun 1947, setelah hampir 200 tahun di bawah kekuasaan Inggris.
Nama Bharat berasal dari bahasa Sanskerta dan penerapannya bukanlah hal yang aneh karena Bharat dan India digunakan secara bergantian.
Baca juga: PBB Ganti Nama Turki Jadi Turkiye
Namun, partai-partai oposisi India, yang juga telah membentuk sebuah aliansi baru untuk menentang Partai Bharatiya Janata (BJP) yang berkuasa, dalam pemilihan parlemen yang akan diselenggarakan tahun depan, mengatakan bahwa BJP telah membuat kesalahan dengan mengusulkan agar nama India tidak lagi digunakan.
“Meskipun tidak ada keberatan konstitusional untuk menyebut India sebagai ‘Bharat’, yang merupakan salah satu dari dua nama resmi negara ini, saya harap pemerintah tidak akan begitu bodoh untuk sepenuhnya membuang ‘India’, yang memiliki nilai merek yang tak terhitung yang telah dibangun selama berabad-abad,” ujar Shashi Tharoor, seorang pemimpin senior dari partai oposisi utama Kongres Nasional India (INC), di akun resmi X-nya, yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter.
“Kita harus terus menggunakan kedua kata tersebut daripada melepaskan klaim atas nama yang sarat dengan sejarah, nama yang diakui di seluruh dunia,” tambah Tharoor.
Mehbooba Mufti, seorang mitra aliansi oposisi dari wilayah Jammu dan Kashmir, juga mengatakan bahwa “keengganan BJP terhadap prinsip dasar persatuan dalam keragaman India telah menyentuh titik terendah yang baru.”
“Dengan mengurangi banyak nama India dari Hindustan dan India menjadi hanya Bharat, menunjukkan betapa licik dan intoleransinya mereka,” tulisnya di X.
Bharat ‘kebanggaan nasional’ BJP mengatakan bahwa menggunakan Bharat, bukan India, justru akan menanamkan rasa kebanggaan nasional dan memperkuat warisan budaya yang sangat kaya di negara ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/Pemerintah-BJP-India-membahas-perubahan-nama.jpg)