Tahukah Anda
Kenapa India Ingin Ganti Nama Jadi Bharat, Ini Alasannya
Perdana Menteri India (PM) Narendra Modi pun dikabarkan akan membawa resolusi mengubah nama resmi India ke Bharat selama sidang khusus parlemen
“Hal ini seharusnya sudah dilakukan sejak awal. Presiden telah memberikan prioritas pada ‘Bharat’.
Ini merupakan pernyataan terbesar yang keluar dari pola pikir kolonial,” Dharmendra Pradhan, seorang menteri dalam kabinet Modi, mengatakan dalam sebuah pernyataan pers.
Baca juga: Kedapatan Miliki Sabu, Seorang Warga Pijay Diringkus
Baca juga: Viral! Nenek Habibah Nyanyi Lagu India di Acara Hajatan
Anurag Thakur, Menteri Informasi dan Penyiaran India, tampaknya mengkritik orang-orang yang justru menentang penggunaan Bharat, dengan mengatakan, “Ketika mereka pergi ke luar negeri, mereka mengkritik Bharat. Ketika mereka berada di India, mereka keberatan dengan nama Bharat.”
Pekan lalu, Mohan Bhagwat, ketua dari organisasi tulang punggung ideologis BJP, Rashtriya Swayamsevak Sangh (RSS), menyerukan kepada masyarakat India untuk berhenti menggunakan nama India dan segera beralih ke Bharat.
“Negara kita adalah Bharat, kita harus berhenti menggunakan kata ‘India’ dan mulai menggunakan Bharat di semua bidang praktis, hanya dengan begitu perubahan akan terjadi.
Kita harus menyebut negara kita sebagai Bharat dan menjelaskannya kepada orang lain,” jelas Ketua RSS itu.
RSS adalah sebuah kelompok payung Hindu yang menjadi inspirasi ideologis BJP, yang telah bekerja untuk mengubah umat Hindu India dari sebuah komunitas agama menjadi sebuah konstituen politik.
Para kritikus mengatakan bahwa tujuan mereka adalah untuk membangun hegemoni Hindu di negara yang mayoritas penduduknya beragama Hindu dan membiarkan agama-agama minoritas terpinggirkan.
Para analis politik mengeklaim bahwa BJP ingin mengutak-atik politik di India untuk menenangkan basis pemilih konservatifnya menjelang pemilihan umum 2024.
“Mereka khawatir tentang kontes satu lawan satu dalam pemilu,” kata analis politik Neerja Chowdhury kepada DW, seraya menambahkan bahwa BJP mencoba untuk “membangkitkan sentimen nasionalis.”
Baca juga: Film India Pemenang Oscar Diduga Tak Bayar Tokoh Utamanya
Baca juga: Dilarang Ortu Main HP Berlebihan, Wanita India Lompat ke Air Terjun
Ini bukan pertama kalinya BJP mengubah kententuan penggunaan nama negara.
Sejak tahun 2014, partai ini telah mengubah nama-nama kota dan tempat-tempat bersejarah lainnya di India dan menulis ulang sejarah negara ini dengan merenovasi penanda-penanda bersejarah untuk mengesahkan ideologi nasionalis Hindu mereka.
Salah satu contohnya adalah renovasi terbaru dari Central Vista di jantung Kota New Delhi.
Pemerintah mengubah area seluas 35 hektare, yang dipenuhi dengan landmark warisan yang ikonik itu, menjadi sebuah area publik dengan museum dan gedung-gedung pemerintah.
Renovasi yang menghabiskan dana senilai 2,5 miliar dolar AS (sekitar Rp38,3 triliun) itu mengharuskan penghancuran beberapa bangunan dan mendesain ulang beberapa tempat, seperti Gedung Parlemen, Istana Kepresidenan, Gerbang India, dan Tugu Peringatan Perang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/Pemerintah-BJP-India-membahas-perubahan-nama.jpg)