Tahukah Anda
Ilmuan Ingin Redupkan Matahari untuk Selamatkan Es di Antartika
Pencairan es Antartika semakin mengkhawatirkan para ilmuwan dunia, sebab ini menunjukkan bagaimana perubahan iklim perlahan mulai berdampak.
PROHABA.CO - Ilmuwan mengungkapkan jika kondisi es di Antartika sudah memasuki titik kritis yang bisa berbahaya.
Pasalnya, titik kritis itu bisa saja membuat lapisan es runtuh.
Wilayah ini sudah kehilangan banyak es, meskipun saat ini sedang musim dingin.
Hal ini termasuk berkurangnya es laut yang membendung gletser Antartika Barat di daratan.
Mencairnya Antartika Barat akan menyebabkan kenaikan permukaan laut hingga beberapa meter dan kelebihan air tawar di laut juga dapat menyebabkan runtuhnya arus laut, yang sudah melambat.
Pencairan es Antartika semakin mengkhawatirkan para ilmuwan dunia, sebab ini menunjukkan bagaimana perubahan iklim perlahan mulai berdampak.
Untuk menyelamatkan es Antartika, para ilmuwan berencana melakukan rekayasa iklim dengan meredupkan Matahari.
Rekayasa atau manipulasi iklim Bumi yang sering disebut dengan ‘geoengineering’, sering kalidianggap sebagai upaya terakhir untuk mengatasi krisis iklim.
Baca juga: Di Bawah Es Antartika Ditemukan Fosil Air Laut
Namun, pemodelan baru menunjukkan, tindakan ‘geoengineering’ seperti meredupkan Matahari untuk menyelamatkan salah satunya Antartika dari krisis iklim, tidak akan cukup.
Menurut ilmuwan, hanya ada satu hal yang bisa dilakukan, yaitu berhenti menggunakan bahan bakar fosil.
Bencana kebakaran, banjir, dan peristiwa cuaca ekstrem lainnya melanda musim panas di belahan Bumi utara.
Dikutip dari Science Alert, Senin (11/9/2023) membuat para ilmuwan memikirkan kembali mengenai potensi ‘geoengineering’ untuk menyelamatkan Bumi, terutama es Antartika yang terus mencair dan dapat memberikan berbagai potensi bencana bagi planet ini.
Solusi yang berpotensi berbahaya itu muncul seiring dengan semakin intensifnya bencana yang disebabkan oleh perubahan iklim.
Baca juga: Dampak Perubahan Iklim Penguin Gagal Berkembang Biak karena Es Menghilang di Antartika
Baca juga: Pasangan Kekasih Meringis Kesakitan Saat Dicambuk
“Peluang untuk membatasi kenaikan suhu global hingga di bawah 2 derajat akan segera berakhir, sehingga ada kemungkinan bahwa langkahlangkah teknis untuk memengaruhi iklim akan dipertimbangkan secara serius di masa depan,” kata ahli glasiologi Universitas Bern, Johannes Sutter.
Jadi, Sutter dan rekannya memutuskan untuk menyelidiki dampak peredupan Matahari di salah satu titik kritis iklim yang paling dikhawatirkan oleh para peneliti.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/antartika.jpg)