Selasa, 12 Mei 2026

Bencana Alam

Angin Kencang Terjang Subulussalam, Puluhan Rumah dan Bangunan Lain Rusak

Empat desa di Kecamatan Simpang kiri yang terdampak angin kencang yaitu Subulussalam, Subulussalam Timur, Suka Makmur, dan Lae Oram.

Tayang:
Penulis: Rizka Amanda | Editor: Jamaluddin
For Serambinews.com
Salah satu rumah di Kota Subulussalam yang rusak diterjang angin kencang pada Selasa (19/9/2023). 

Ada empat desa di Kecamatan Simpang Kiri yang terdampak bencana alam tersebut. Keempat desa itu adalah Subulussalam, Subulussalam Timur, Suka Makmur, dan Lae Oram (Aram).

PROHABA.CO - Angin kencang yang menerjang Kota Subulussalam membuat banyak kerugian yang dialami warga setempat.

Ada empat desa di Kecamatan Simpang Kiri yang terdampak bencana alam tersebut.

Keempat desa itu adalah Subulussalam, Subulussalam Timur, Suka Makmur, dan Lae Oram (Aram).

Selain rumah-rumah, satu pesantren dan sejumlah bangunan lain rusak akibat diterjang angin kencang yang terjadi pada Selasa (19/9/2023) sekitar pukul 16.30 WIB.

Angin kencang itu disertai hujan deras dan petir.

Belasan bangunan yang rusak itu berada di kompleks Pesantren Raudhatul Jannah, Desa Suka Makmur, Kecamatan Simpang Kiri.

Dilansir dari Serambinews.com, 14 bangunan di pesantren tersebut yang rusak disapu angin kencang adalah asrama putri.

Rinciannya, 12 unit rusak berat dan 2 rusak ringan.

Baca juga: Angin Kencang Terjang Subulussalam, Satu Rumah di Subulussalam Rusak Nyaris Lukai Pemiliknya

Tak hanya itu, beberapa bangunan lain juga yang rusak akibat bencana alam tersebut.

Seperti tiga asrama putra rusak ringan dan bangunan walet milik pesantren itu rusak berat.

Beberapa bangunan lain yang rusak ringan seperti media center, penginapan pesantren, SD IT Auladina Ruadhatul Jannah, dan ruang kelas.

Selain itu, 69 rumah di wilayah itu ikut rusak akibat angin kencang tersebut.

Kerusakan terbanyak berada di daerah Lae Oram, dengan jumlah rumah yang rusak berat dan ringan mencapai 39 unit.

Warga yang rumahnya rusak berat kini menumpang di rumah keluarga atau tetangga, sementara yang rusak ringan ada yang sempat memperbaikinya.

Rumah-rumah itu umumnya atap diterbangkan angin atau tertimpa pohon.

Tidak hanya rumah, sejumlah tiang listrik dan pohon di Kampong Lae Oram juga tumbang akibat terjangan angin kencang tersebut.

Baca juga: Kecelakaan Tunggal di Subulussalam, Sopir Truk Sempat Terjepit dan Alami Luka-Luka

Sementara di Desa Suka Makmur, 26 rumah rusak berat dan ringan.

Selain itu, dua mushalla ikut rusak.

Bangunan yang tak kalah parahnya rusak berada di kompleks Pesantren Raudhatul Jannah, Desa Suka Makmur, Kecamatan Simpang Kiri.

Selain rumah, ada dua mushalla dan belasan bangunan di Pesantren Raudhatul Jannah, ikut rusak.

Kepala Desa Suka Makmur, Amiruddin Padang SH, yang dikonfirmasi Serambinews.com (grup Prohaba.co), mengatakan, data sementara ada 26 rumah, dua mushalla, dan satu pesantren di desanya yang rusak disapu angin kencang.

Camat Simpang Kiri, Zairul Saleh Boangmanalu ST alias Zero, menjelaskan, pihaknya bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Subulussalam membangun tenda bagi korban angin kencang.

Berdasarkan informasi sementara, kata Zero, selain rumah, angin kencang juga merusak rumah ibadah dan belasan bangunan di Pesantren Raudhatul Jannah.

Baca juga: Bejat! Seorang Ayah di Subulussalam Tega Lecehkan Anak Tirinya

Satu rumah di Gang Tenda Biru, Desa Subulussalam, Kecamatan Simpang Kiri, juga dilaporkan rusak akibat diterjang angin kencang.

Hantaman angin terhadap rumah nyaris menimbulkan korban setelah kayu-kayunya ambruk ke ruangan tempat tidur.

Angin kencang tersebut ikut enyebabkan fasilitas listrik milik PT PLN rusak, sehingga aliran listrik di sejumlah kawasan padam.

Selain itu, sejumlah pohon tumbang dan menimpa rumah hingga menutup akses jalan di Suka Makmur.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Untuk sementara, korban mengungsi di rumah tetangga atau rumah saudaranya masing-masing.

Pemko Subulussalam sudah membangun tenda bagi korban angin kencang di Suka Makmur.

Pemko melalui Dinas Sosial dan BPBD serta Muspika Simpang Kiri juga sedang melakukan pendataan.

Sementara personel Polsek Simpang Kiri, Babinsa setempat, dan Satlantas Polres Subulussalam turut bergotong royong bersama warga membersihkan pohon yang tumbang ke jalan. (Penulis adalah mahasiswi internship dari Universitas Malikussaleh, Aceh Utara)

Update berita lainnya di PROHABA.co dan Google News

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved