Berita Viral
Pedagang Tanah Abang juga Minta e-Commerce Lain Ditutup, Ini Respons Netizen
Para pedagang tersebut merasa rugi lantaran jual beli online menawarkan harga yang jauh lebih murah.
Penulis: TM Farizi | Editor: Jamaluddin
"Kebangetan sih, udah dikasih hati malah minta jantung.” tulis warganet lainnya.
Para pedagang juga mengaku menginginkan pasar tradisional kembali ramai.
Di mana masyarakat berbondong-bondong belanja ke Pasar Tanah Abang.
Namun, cara penjualan harus berubah seiring perkembangan teknologi.
Data We Are Social menunjukkan 178,9 juta orang Indonesia sudah berbelanja online selama tahun 2022 lalu.
Baca juga: Panti Asuhan di Medan Diduga Eksploitasi Anak lewat Tiktok, Pengelolanya Diciduk Polisi
Perubahan pola belanja yang dialami masyarakat Indonesia kini menjadi peluang besar bagi pebisnis lokal seperti UMKM untuk turut bertransformasi digital dan memenuhi kebutuhan konsumen.
Selain itu, dari Data Statista Market Insights menunjukkan pada akhir tahun 2022, Indonesia memiliki sekitar 178,94 juta pengguna e-Commerce.
Angka ini diprediksi terus meningkat ke 196,47 juta pengguna pada akhir 2023 nanti.
Asosiasi e-Commerce Indonesia (idEA) memperkirakan transaksi bisnis e-Commerce di tahun 2023 akan mencapai Rp 700 triliun.
Besarnya potensi di e-Commerce ini mendorong kebutuhan layanan dan fasilitas logistik yang prima untuk bisa mempercepat laju transaksi e-Commerce di Indonesia. (Penulis adalah mahasiswa internship dari Universitas Teuku Umar Meulaboh, Aceh Barat)
Update berita lainnya di PROHABA.co dan Google News
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/Pedagang-Tanah-Abang-minta-Shopee-dan-Lazada-ikut-dihapus-seperti-TikTok-Shop.jpg)