Jumat, 24 April 2026

Berita Viral

Demi Palestina, Pria ini Rela Berhenti Kerja di Restoran Cepat Saji

Pada awalnya suami Shofiya sempat khawatir soal penghasilannya tidak bagus.

Penulis: TM Farizi | Editor: Jamaluddin
mStar.com
Suami Shafiya, Humaidi membagikan nasi lemak yang dibelanjakan masyarakat. 

"Saya kaget setelah mempostingnya, WhatsApp masuk dan banyak yang ingin berbagi. Hari ketiga hampir 800 bungkus dan hari keempat 1.000 bungkus," ujarnya gembira.

PROHABA.CO - Peristiwa yang terjadi di Palestina saat ini akibat serangan Israel membuat sebagian besar masyarakat dunia bersedih.

Beberapa orang melakukan banyak cara untuk memprotes kekejaman Zionis dan menunjukakan solidaritasnya terhadap Palestina.

Cara itu mulai dari berdonasi, hingga memboikot barang-barang Israel.

Di balik itu, ada aksi yang dilakukan pria asal Malaysia yang menarik banyak perhatian dan menjadi sorotan publik.

Sebab, pria tersebut memutuskan berhenti bekerja di restoran cepat saji yang berkaitan dengan Israel.

Istri dari pria tersebut mengaku aksi yang dilakukannya malah mengundang rezeki yang tak pernah terlintas di benak mereka.

Baca juga: Wabah Kudis dan Cacar Jadi Rintangan Baru Bagi Pengungsi Palestina di Sekolah-Sekolah UNRWA

"Suami saya memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya di sebuah restoran cepat saji.

Lalu, kami mencoba menjual nasi lemak utara," ujar pengguna facebook bernama Shafiya Lyanis.

Berkat hal ini, pada hari ketiga penjualan, mereka mampu menjual hampir 800 bungkus karena viral di TikTok.

Tak hanya itu, ia juga berkata bahwa ada yang mampir hanya untuk sekedar infak.

Kini, postingan yang dibagikan Shafiya sudah dibagikan lebih dari 2 ribu kali di Facebook, dan menjadi viral di platform X dan TikTok.

Menurut Shafiya, suaminya Humaidi Aminudin mengutarakan keinginan berhenti berkerja di restoran cepat saji tersebut karena sedih dan kecewa dengan penindasan di Palestina.

Baca juga: Kota Khan Younis di Palestina Diserang Israel, Puluhan Orang Meninggal Dunia

"Suami saya sudah bekerja sebagai staf di restoran cepat saji lebih dari enam tahun,

Setiap hari melihat penindasan yang menimpa saudara-saudara kami di sana (Palestina) membuatnya bertekad untuk berhenti," kata shafiya, dikutip dari mStar, pada Senin (30/10/2023).

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved