Palestina vs Israel
Ekonomi Tepi Barat Lumpuh akibat Konflik Hamas-Israel
PBB menyebutkan bahwa pada tahun 2019 pendudukan Israel telah menyebabkan kerugian Palestina sebesar 47,7 miliar dolar AS.
Penulis: Luthfi Alfizra | Editor: Jamaluddin
Namun, para sopir, buruh, dan pemilik toko di Tepi Barat mengatakan bahwa apa yang mereka alami tidak ada apa-apanya dibanding dengan situasi yang dialami warga Palestina di Jalur Gaza yang terkepung.
PROHABA.CO, YERUSALEM - Peperangan antara Kelompok Palestina, Hamas, dan Israel yang terjadi sejak 7 Oktober 2023 lalu berdampak besar.
Salah satunya, terhadap perekonomian negara yang terlibat konflik tersebut.
Setiap hari, Israel melancarkan serangannya di Tepi Barat dan Yerusalem Timur yang sedang mereka duduki.
Warga di sana menjadi ketakutan karena meningkatnya pembunuhan terhadap mereka yang dilakukan oleh pihak bersenjata.
Dilansir dari Aljazeera, Ibrahim al-Kilani (57), pengelola toko buah dan sayur di Beitunia (pinggiran Ramallah) mengungkapkan, ia kesusahan dalam mendapatkan buah dan sayur.
Biasanya, ia mendapatkan pasokan buah dan sayur dari Nablus dan Israel.
Tapi, sejak konflik pada 7 Oktober lalu hingga kini, al-Kilani hanya menerima satu truk saja buah dan sayur.
Itu pun, truk tersebut hanya dapat mengirim setiap dua atau tiga hari sekali.
“Situasi ekonomi sedang runtuh,” katanya kepada Aljazeera.
“Penjualan turun 50 persen.
Kami kesulitan besar dalam mengangkut hasil bumi, perjalanan menjadi mahal dalam hal bahan bakar dan waktu yang dibutuhkan untuk sampai ke sana,” kata al-Kilani.
Sebagian besar buah yang dia jual berasal dari Israel.
“Dan, sayur-sayuran seperti jamur, brokoli, seledri, selada, semuanya semakin berkurang,” tambah al-Kilani sambil menunjuk rak-rak kosong di tokonya.
Miliaran dolar hilang
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/Pasar-Palestina.jpg)