Kamis, 9 April 2026

Video

ANGKER, Jurang Kedabuhen dan Sungai Lae Kombih Subulussalam

Dari tujuh penumpang mobil nahas tersebut, hanya enam orang berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Dua lainnya pria dan wanita sampai saat

Penulis: Redaksi | Editor: Fadil Mufty

PROHABA.CO -- Sungai Kombih yang mengalir di sepanjang sisi jalan Nasional kawasan Desa Lae Ikan, Jontor Kecamatan Penanggalan hingga Kecamatan Simpang Kiri dan berakhir di Kecamatan Rundeng, Kota Subulussalam.

Di lokasi ini lah, tiga korban tanah longsor Kota Subulussalam diduga jatuh.

Pantauan Serambinews.com Jumat (3/11/2023) serta berbagai sumber yang ditanyai di lokasi kejadian menjelaskan kondisi Sungai Kombih yang cukup ekstrem seperti berarus kencang, keruh dan berpalung.

Sungai Lae Kombih ini mengalir dari Kecamatan Sitellu Tali Urang Jehe (STTUJ) Kabupaten Pakpak Bharat, Sumatera Utara yang berbatasan dengan Kota Subulussalam.

Palung sungai Kombih ini berada di sepanjang sisi kiri kanan dengan kedalaman hingga belasan bahkan diduga capai puluhan meter.

Sejumlah sumber mengatakan meski permukaan sungai tidak lebar dan bervariasi namun di bagian sisi kanan kiri berpalung serta ada banyak bebatuan di sepanjang aliran sungai tersebut.

Selain itu, lebar sungai juga bervariasi terkadang melebar dan menyempit sehingga menyulitkan relawan untuk melakukan penyisiran.

Atas kondisi sungai berpalung ini warga mengaku jika setiap ada korban jatuh termasuk kecelakaan kendaraan di sana sulit ditemukan.

Bahkan kadang sampai 3-4 hari korban baru keluar dari palung atau rongga sungai dan hanyut namun tak sedikit lenyap secara misterius.

Lokasi Rawan Kecelakaan

Aneka informasi disampaikan masyarakat menyangkut kondisi alam di Sungai Lae Kombih, Kebaduhen dan Lae Ikan hingga fenomena mistis yang kental di kalangan warga di sana.

Selain bencana longsor, di lokasi tersebut juga menelan korban ada sederet kasus kecelakaan hingga menelan korban jiwa yang menimpa pengguna jalan.

Kasus terheboh saat satu unit mobil Toyota Kijang Innova BL 1537 EF travel asal Aceh Barat terjun bebas ke jurang Jalan Nasional di Dusun Buluh Didi, Desa Tanjung Mulia, Kecamatan Sitellu Tali Urang Jehe (STTU) Kabupaten Pakpak Bharat, Sumatera Utara.

Dari tujuh penumpang mobil nahas tersebut, hanya enam orang berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Dua lainnya pria dan wanita sampai saat ini masih misteri.

Dikatakan, tim menyisir sungai untuk memastikan daerah-daerah yang dicurigai korban tersangkut.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved