Jumat, 17 April 2026

Berita Langsa

Bakar Ban di Depan Kejari, Massa Kritik Penanganan Korupsi di Langsa

Aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh pengunjuk rasa yang mengatasnamakan diri sebagai Gerakan Bersama Rakyat Anti Korupsi berlangsung di depan Kantor

Editor: Muliadi Gani
Serambinews.com/Zubir  
BAKAR BAN - Para pengunjuk rasa saat melakukan aksi bakar ban di depan Kantor Kejaksaan Negeri Langsa. Aksi unjuk rasa yang dilakukan sekelompok pemuda yang mengatasnamakan diri sebagai Gerakan Bersama Rakyat Anti Korupsi berlangsung di depan Kantor Kejaksaan Negeri Langsa, Rabu (8/4/2026).(Serambinews.com/ZUBIR) 

Ringkasan Berita:
  • Pengunjuk rasa yang tergabung dalam Gerakan Anti Korupsi menggelar aksi di depan Kejaksaan Negeri Langsa.
  • Massa membakar ban dan menuntut percepatan penanganan kasus korupsi, termasuk bantuan banjir.
  • Aksi berlangsung tertib dengan pengawalan Polres Langsa dan diwarnai kritik terhadap kinerja penegak hukum.

 

PROHABA.CO, KOTA LANGSA - Aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh pengunjuk rasa yang mengatasnamakan diri sebagai Gerakan Bersama Rakyat Anti Korupsi berlangsung di depan Kantor Kejaksaan Negeri Langsa, Rabu (8/4/2026).

Dalam aksi tersebut, para demonstran bahkan membakar ban bekas di jalan sebagai bentuk protes terhadap penanganan kasus korupsi di daerah Langsa.

Aksi dimulai sekitar pukul 11.20 WIB, setelah para peserta berkumpul di Lapangan Merdeka Langsa sebelum bergerak menuju kantor kejaksaan.

Setibanya di lokasi, mereka langsung menyuarakan berbagai tuntutan dan kritik, terutama terkait dugaan lambannya penanganan kasus korupsi, termasuk yang berkaitan dengan bantuan banjir.

Meski berlangsung di bawah terik matahari, semangat para demonstran tidak surut untuk menyampaikan aspirasi mereka.

Dalam aksinya, para pengunjuk rasa membawa berbagai poster bertuliskan pesan-pesan keras seperti "excavator berkarat kami masyarakat melihat, stop korupsi, satu kata untuk koruptor, lawan, serta lainnya".

Baca juga: Iran Ajukan Rencana 10 Poin, Trump Setuju Gencatan Senjata dan Buka Selat Hormuz

Baca juga: Diduga Serobot Lahan, PT CGU Didemo Warga di Aceh Timur, Tuntut Ganti Rugi

Mereka juga membakar ban sebagai simbol kemarahan terhadap kondisi yang dinilai tidak berpihak kepada masyarakat.

Aksi tersebut mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian Polres Langsa guna memastikan situasi tetap kondusif.

Dari pihak kejaksaan, perwakilan yang menemui massa adalah Kasi Intelijen Fadly Setiawan, SH, MKn dan Kasi Pidana Khusus Salfina PA, SH, MH.

Sementara Kepala Kejaksaan Negeri Langsa tidak berada di tempat saat aksi berlangsung.

Koordinator aksi, Wahyu Ramadhana, menegaskan bahwa demonstrasi ini merupakan bentuk kepedulian pemuda terhadap maraknya praktik korupsi di daerah.

Ia menyebut bahwa gerakan tersebut murni dilakukan tanpa ada ditunggangi, tanpa ada kepentingan, bukan untuk mencari panggung, tetapi aksi ini mereka gelar agar tegaknya keadilan dan berjalannya supremasi hukum di Kota Langsa, untuk menjerat para koruptor-koruptor yang mencuri uang rakyat.

Ia menegaskan bahwa para pemuda Langsa ingin melihat daerah mereka bersih dari praktik korupsi serta berharap aparat penegak hukum dapat bertindak lebih serius dalam mengusut setiap dugaan penyimpangan.

"Gerakan ini kami lakukan sebagai bentuk kepedulian pemuda Langsa agar bersih dari korupsi, walaupun ada oknum-oknum tidak senang yang sengaja mengisukan demo kami ini ditunggangi dan membawa kepentingan, kami pastikan itu tidak benar," tegasnya.

(Serambinews.com/Zubir)

Baca juga: Iran Buka Selat Hormuz, Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata 2 Pekan

Baca juga: Wakaf di Aceh Belum Maksimal, Ini Penyebabnya

Baca juga: Diduga Curi Buah Matoa, Pria di Medan Labuhan Tewas Dianiaya dengan Tangan Terikat

Artikel ini telah tayang di SerambiNews.com 

 

 

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved