Minggu, 3 Mei 2026

Perang Hamas Israel

Perang Israel-Hamas: Rumah Sakit Al-Shifa dan Al-Quds Terbesar di Gaza Ditutup Israel

Rumah sakit Al-Shifa dan Al-Quds ditutup. Semakin banyak pasien, termasuk bayi prematur yang meninggal “secara tragis".

Tayang:
Penulis: Dedek Sumarnim | Editor: Muliadi Gani
[Mahmud Hams/AFP]
Warga Palestina tiba di selatan Kota Gaza pada Minggu (11/11/2023) setelah meninggalkan rumah mereka dan Jalur Gaza utara di tengah pemboman Israel tanpa henti dan bentrokan yang sedang berlangsung antara tentara Israel dan Hamas 

PROHABA.CO – Dua rumah sakit terbesar di Gaza, Al-Shifa dan Al-Quds, telah ditutup.

Penembak jitu Israel terus menembaki siapa pun di dekat Rumah Sakit Al-Shifa dan menjebak ribuan orang di dalamnya.

Dikutip dari aljazeera.com Komite Palang Merah Internasional mengatakan kondisi evakuasi warga sipil di Jalur Gaza “genting dan tidak aman”.

Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Josep Borrell mengatakan “jeda” diperlukan untuk memungkinkan evakuasi pasien rumah sakit yang membutuhkan perawatan medis mendesak.

Dan Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus juga telah memperingatkan situasi yang “mengerikan dan berbahaya” di rumah sakit di Gaza, dengan mengatakan bahwa semakin banyak pasien, termasuk bayi prematur yang meninggal “secara tragis”. Kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus.

Kemudian 11.100 lebih warga Palestina telah meninggal dunia dalam serangan Israel di Gaza sejak 7 Oktober 2023.

Meskipun jumlahnya belum diperbarui sejak hilangnya kontak dengan rumah sakit-rumah sakit utama pada Jumat.

Baca juga: Kepolisian London Menangkap Lebih dari 120 Demonstran Pendukung Palestina

Pun demikian di Israel, jumlah korban tewas akibat serangan Hamas mencapai lebih dari 1.200 orang.

Israel telah merevisi jumlah korban tewas akibat serangan kelompok Palestina Hamas pada 7 Oktober menjadi sekitar 1.200 orang dibandingkan perkiraan pemerintah sebelumnya sebanyak 1.400 orang.

“Sekitar 1.200 orang adalah jumlah resmi korban pembantaian 7 Oktober,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Israel Lior Haiat pada hari Jumat dalam pernyataan tertulis, menurut kantor berita Reuters.

Menurut Haiat, jumlah tersebut direvisi karena mayat-mayat tak dikenal yang sebelumnya termasuk dalam penghitungan kemungkinan adalah milik pejuang Palestina, kata kantor berita AFP.

“Ini adalah nomor yang diperbarui,” kata Haiat kepada AFP.

“Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa ada banyak mayat yang tidak teridentifikasi dan sekarang kami mengira itu milik Hamas, bukan korban Israel".

Dalam sebuah pernyataan yang mengkritik resolusi UNESCO pada Jumat, Haiat memposting di X bahwa Hamas telah membunuh “sekitar 1.200 orang” dalam serangan itu.

Baca juga: Israel Ancam Bom Rumah Sakit di Al Awda, al-Shorafa: Kami Tak Akan Pergi

Angka terbaru ini muncul lebih dari satu bulan setelah orang-orang bersenjata Palestina melakukan serangan terhadap kota-kota, kibbutzim, dan pangkalan militer di Israel selatan. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved