Kesehatan
Hobi Rebahan dan Jarang Keluar Rumah, Apa Sih Dampak Buruknya
Tanpa paparan sinar matahari dan udara segar di luar, kita akan mengalami rasa sedih, pusing, dan gelisah.
Penulis: Dedek Sumarnim | Editor: Muliadi Gani
"Jika kita jarang keluar rumah, kadar vitamin D kita menjadi lebih rendah, yang menyebabkan kepadatan tulang yang rendah.
PROHABA.CO – Rebahan adalah aktivitas yang memanjakan diri.
Kegiatan ini di sebut bermalasan atau tiduran di kamar, di ruang tamu maupun di ruang manapun yang sekiranya bisa untuk tiduran.
Dulu, orangtua sering menginkatkan untuk lebih sering bermain di luar rumah dan mencari udara luar, tidak hanya berdiam diri di dalam rumah.
Rupanya, Nasihat orangtua tersebut memang benar adanya dari segi ilmu kesehatan.
Bila kita terlalu lama tiduran, maka bisa berakibat buruk bagi kesehatan.
Dikutip dari laman Kompas.com menurut Dr Allison Edwards, direktur medis di Sesame, aplikasi kesehatan di Amerika Serikat, beraktivitas di luar rumah sangat penting untuk fisik dan kesehatan mental kita.
"Sinar matahari memberikan vitamin D, dan tubuh kita memerlukan vitamin itu untuk tetap sehat," ucap Edwards.
"Jika kita jarang keluar rumah, kadar vitamin D kita menjadi lebih rendah, yang menyebabkan kepadatan tulang yang rendah.
"Bukan hanya kadar vitamin D yang rendah, risiko lain yang mungkin muncul akibat jarang beraktivitas di luar rumah sebagai berikut:
Baca juga: Coba Gunakan 7 Tips Ini untuk Merawat Kulit Wajah Agar Terlihat Awet Muda
1. Kesehatan mental terganggu
Tanpa papar sinar matahari dan udara segar di luar, kita akan mengalami rasa sedih, pusing, gelisah, catat Edwards.
Kemungkinan besar, kita juga kesulitan untuk tidur dan tetap tertidur di malam hari (begadang).
"Saat bangun, kita mungkin merasa lelah, pusing, atau kekurangan energi," jelasnya.
"Sinar matahari dan udara segar membantu kita mengatasi semua masalah itu."
"Paparan di luar ruang dan alam bebas dikaitkan dengan peningkatan suasana hati dan berkurangnya kecemasan," pesannya.
2. Memengaruhi ritme sirkadian
Tubuh kita memiliki ritme sirkadian atau jam internal tubuh yang memberikan isyarat agar tubuh berfungsi sebagaimana mestinya.
Baca juga: Memahami Bahaya Lemak dalam Kulit Ayam untuk Kesehatan
Selain itu, juga kemampuan mencerna makanan hingga memproduksi melatonin.
Dokter medis Mahmud Kara, MD, mengatakan produksi melatonin dipengaruhi oleh lingkungan dan cahaya.
"Saat gelap, melatonin dalam sistem tubuh mulai meningkat dan memberikan sinyal pada tubuh untuk tidur.
Ketika hari terang, melatonin mengirimkan sinyal pada tubuh untuk bangun," tutur Kara.
Jadi, apabila kita jarang beraktivitas di luar ruangan dan tidak merasakan perubahan antara siang dan malam, produksi melatonin menjadi sedikit dan akibatnya kita kurang tidur.
3. Kehilangan banyak manfaat kesehatan
Beraktivitas di luar ruang juga menawarkan beberapa cara untuk menjaga kesehatan fisik.
Baca juga: Apa Manfaat Buah Pepaya Bagi Kesehatan Kulit dan Rambut, Simak Penjelasannya
"Ada manfaat nyata berada di luar ruangan yang biasanya terkait dengan berolahraga," terang Edwards.
“berolahraga di alam terbuka juga mampu mengurangi gejala depresi,” tambahnya.
"Dapatkan jumlah paparan sinar matahari yang sehat, sembari mengambil langkah-langkah untuk melindungi diri dari efek buruk sinar matahari yang dapat memicu kanker kulit," imbuhnya.
4. Kehilangan manfaat dari sinar matahari sebagai sumber vitamin D utama
Tubuh yang sangat memerlukan paparan sinar matahari, Namun ketika tubuh tidak terpapar sinar matahari, ritme sirkadian dan kadar melatonin akan terganggu.
Selain itu, kita juga kehilangan manfaat dari sinar matahari sebagai sumber vitamin D utama.
Baca juga: Apa Manfaat Thai Tea untuk Kesehatan?, Yuk Kita Intip Apa Saja
"Vitamin D dapat ditemukan dalam makanan tertentu, tetapi paparan sinar matahari adalah salah satu sumber vitamin D terbesar," ujar Kara.
Lakukan aktivitas di luar rumah setidaknya 30 menit sehari Edwards mengingatkan pentingnya menghabiskan waktu di alam terbuka.
"Saya menganjurkan kepada pasien saya setidaknya bergerak 30 menit dalam sehari," katanya.
Pun lebih baik lagi jika aktivitas tersebut dilakukan di luar ruangan, seperti berjalan kaki, apalagi berolahraga.
(Penulis adalah mahasiswa internship dari Universitas Teuku Umar Meulaboh Aceh Barat)
Baca juga: Apakah Makan Sebelum Tidur Berdampak Buruk?
Baca juga: Dampak Negatif Dialami oleh Tubuh Bila Malas Mengosumsi Sayur, Simak Penjelasannya
Update berita lainnya di PROHABA.co dan Google News
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/ilustrasi-Tidur-telungkup-ternyata-bukan-posisi-tidur-yang-benar.jpg)