Selasa, 21 April 2026

Konflik Palestina vs Israel

Tentara Israel Tangkap Direktur RS Al-Shifa di Gaza

Pasukan Pertahanan Israel (IDF), mengonfirmasi telah menangkap Direktur Rumah Sakit Al-Shifa, Dr Muhammad Abu Salmiya untuk diinterogasi

Editor: Muliadi Gani
AFP
Gambar diambil dari video penyerahan file yang dirilis oleh Kantor Media Hamas, menunjukkan dokter Mohammad Abu Salmiya, direktur rumah sakit Al-Shifa di Kota Gaza, memberikan konferensi pers pada tanggal 1 November 2023 (HAMAS MEDIA OFFICE / AFP) 

PROHABA.CO - Tentara Israel dilaporkan telah menangkap direktur Rumah Sakit Al-Shifa, kompleks medis terbesar di Gaza.

Menurut keterangan dari seorang dokter dan laporan media, mereka juga menangkap dokter lainnya.

"Muhammad Abu Salmiya ditangkap bersama dengan beberapa dokter senior lainnya," kata Khalid Abu Samra, kepala departemen di rumah sakit tersebut, kepada AFP, Kamis (23/11/2023).

Pasukan Pertahanan Israel (IDF), mengonfirmasi telah menangkap Direktur Rumah Sakit Al-Shifa, Dr Muhammad Abu Salmiya untuk diinterogasi, Kamis (23/11/2023).

IDF sekali lagi mengklaim bahwa kompleks rumah sakit tersebut difungsikan sebagai markas militan Hamas Palestina.

Selang beberapa jam kemudian, IDF mengonfirmasi penahanan Abu Salmiya lewat unggahan di platform media sosial X.

"Menyusul bukti tak terbantahkan yang menunjukkan Rumah Sakit Al-Shifa berfungsi sebagai pusat komando dan kendali Hamas, direktur rumah sakit tersebut ditangkap dan dipindahkan untuk diinterogasi oleh Badan Keamanan Israel (ISA)," terang IDF.

Dikutip dari shabak, ISA adalah organisasi intelijen, teknologi, dan operasional terkemuka dalam komunitas intelijen di Israel dan di seluruh dunia.

Menurut IDF, Hamas tidak hanya mengeksploitasi listrik dan sumber daya rumah sakit untuk membangun dan mempertahankan jaringan terowongan di bawah tanah.

"Hamas juga mencari perlindungan di sana, segera setelah melakukan pembantaian pada tanggal 7 Oktober, dengan membawa serta sandera Israel," urai IDF.

Baca juga: Diultimatum Israel, RS Al-Shifa Gaza Dikosongkan, 120 Pasien Terpaksa Ditinggal

Baca juga: Si Kembar Rihana-Rihani Dituntut 5 Tahun Penjara dan Denda Rp 1 Miliar, kasus Penipuan iPhone

IDF: Dia Terus Menyangkal

Dalam sebuah wawancara dengan CNN sebelumnya, seorang pejabat IDF mengatakan bahwa Abu Salmiya harus diinterogasi tentang dugaan kehadiran agen Hamas di dalam rumah sakit.

IDF meyakini bahwa Hamas beroperasi di terowongan di bawah rumah sakit.

"Dia terus-menerus menyangkal dengan mengatakan hal itu tidak terjadi.

Bagaimana mungkin Manajer Umum rumah sakit tidak mengetahui sejauh mana sistem terowongan itu?," kata IDF.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved