Kamis, 28 Mei 2026

Lingkungan

84 Persen Warga Aceh Singkil Masih BAB Sembarangan

Kabupaten Aceh Singkil menjadi nomor 7 tertinggi tingkat BAB sembarangan di tempat terbuka hingga November 2023.

Tayang:
Penulis: Dedek Sumarnim | Editor: Jamaluddin
SERAMBINEWS.COM/ZAINAL ARIFIN M NUR
Ilustrasi seorang warga BABS di sungai. 

Dijelaskan, hal ini menjadi masalah kesehatan yang serius karena tinja yang mengalir di sungai dan laut mencemari serta menjadi sumber penyakit bagi yang lain.

PROHABA.CO Buang Air Besar Sembarangan (BABS) di tempat terbuka dapat mencemari lingkungan.

Contoh BABS antara lain di laut, sungai, parit, dan sebagainya.

Hingga November 2023, sebanyak 66,65 persen warga Aceh masih BABS di tempat terbuka.

Kabupaten Aceh Singkil menjadi nomor 7 tertinggi tingkat BAB sembarangan di tempat terbuka.

Hal itu seperti data yang dipaparkan Kadis Kesehatan Aceh, dr Munawar, saat ditemui di ruangannya, Senin (11/12/2023).

Dijelaskan, hal ini menjadi masalah kesehatan yang serius karena tinja yang mengalir di sungai dan laut mencemari serta menjadi sumber penyakit bagi yang lain.

"Bahkan ada yang mendapat rumah duafa bantuan dari pemerintah, minta supaya kamar mandinya dipisah ke luar rumah," ungkap dr Munawar dikutip dari Serambinews.com.

"Ini sangat sulit mengubah perilaku masyarakat BAB sembarangan di tempat terbuka, namun kita terus mendorong agar perlahan berubah," tambahnya.

Kiri ke kanan - Kabid P2P Dinkes Aceh dr Iman Murahman, Kabid Kesmas Dinkes Aceh dr Sulasmi, Kadinkes Aceh Aceh dr Munawar, Pemimpin Redaksi Serambi Indonesia Zainal Arifin M Nur, Wakil Pemimpin Perusahaan Firdaus Darwis, Manajer Iklan Hari Teguh Patria dan Wakil Manajer Iklan Kurniadi saat berkunjung ke Dinkes Aceh membahas peningkatan kesehatan dan penurunan angka stunting Aceh, Senin (11/12/2023).
Kiri ke kanan - Kabid P2P Dinkes Aceh dr Iman Murahman, Kabid Kesmas Dinkes Aceh dr Sulasmi, Kadinkes Aceh Aceh dr Munawar, Pemimpin Redaksi Serambi Indonesia Zainal Arifin M Nur, Wakil Pemimpin Perusahaan Firdaus Darwis, Manajer Iklan Hari Teguh Patria dan Wakil Manajer Iklan Kurniadi saat berkunjung ke Dinkes Aceh membahas peningkatan kesehatan dan penurunan angka stunting Aceh, Senin (11/12/2023). (For Serambinews.com)

Difteri dan campak meningkat

Pada bagian lagi, Kadis Kesehatan Aceh menjelaskan bahwa penyakit difteri dan campak kembali meningkat di Aceh.

Penyebabnya karena imunisasi pada bayi saat baru lahir masih rendah.

Dikatakan, orang tua terutama kaum bapak banyak yang menolak anaknya diimunisasi setelah pandemi Covid-19.

Alasannya, dampak vaksin saat imunisasi menyebabkan anak demam tinggi dan sakit.

"Padahal, demam setelah vaksin itu bagus, artinya ada reaksi dalam pembentukan imun tubuh," jelas dr Munawar.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved