Kamis, 28 Mei 2026

Lingkungan

84 Persen Warga Aceh Singkil Masih BAB Sembarangan

Kabupaten Aceh Singkil menjadi nomor 7 tertinggi tingkat BAB sembarangan di tempat terbuka hingga November 2023.

Tayang:
Penulis: Dedek Sumarnim | Editor: Jamaluddin
SERAMBINEWS.COM/ZAINAL ARIFIN M NUR
Ilustrasi seorang warga BABS di sungai. 

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Aceh, dr Iman Murahman, mengatakan, kasus difteri meningkat pada tahun ini.

"Hingga Oktober 2023, sudah 30 kasus dan tiga kematian di Aceh akibat difteri," ungkap dr Iman.

Kasus difteri tahun ini lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya.

Peningkatan kasus itu terjadi di beberapa kabupaten/kota seperti Pidie, Banda Aceh, Aceh Besar, dan Aceh Jaya.

Baca juga: Viral Maling BAB di Celana saat Ditangkap Polisi, Tak Tahan Baunya Langsung Keluar Semua

Penurunan stunting kecil 

Selanjutnya, Kabid Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinkes Aceh, dr Sulasmi, mengatakan, kasus stunting di Aceh hanya turun 1 persen antara 2021-2022.

Sementara target penurunan stunting pada 2024 sebesar 14 persen.

"Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) menunjukkan Aceh penurunannya sedikit sekali," kata dr Sulasmi.

Kasus ini, menurutnya, harus diintervensi agar anak-anak Aceh segera keluar dari masalah stunting dan ke depan tidak ada kasus baru.

Salah satu caranya dengan mendorong remaja putri dan ibu hamil untuk mengonsumsi tablet tambah darah.

Kemudian, memastikan semua anak datang ke posyandu setiap bulan untuk diukur dan ditimbang.

"Kalau tidak naik, kita mesti curiga, karena ini calon stunting nantinya," ungkap dr Sulasmi.

Baca juga: BEREH, Meski Banjir ASN Aceh Singkil Masuk Kerja tanpa Sepatu

Selanjutnya, Dinkes Aceh juga mengawal bersama Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Lokal agar masuk ke mulut para anak dengan tepat sasaran.

Pusat sudah mengalokasikan dana langsung ke puskesmas untuk menyisir semua balita dan Ibu Hamil Kurang Energi Kronis (KEK) agar mendapat makanan tambahan.

PMT diberikan di antara makan pagi dan siang, kemudian antara makan siang dan malam berupa kudapan atau makanan lengkap yang diberikan seminggu sekali.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved