Sabtu, 9 Mei 2026

Tahukah Anda

Berapa Lama Bumi akan Bertahan? Ini Kata Ilmuan

Bumi akan menjadi tidak layak huni bagi sebagian besar organisme dalam waktu sekitar 1,3 miliar hingga 4,5 miliar tahun karena evolusi alami Matahari.

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
Nasa.gov
Ilustrasi Bumi - Berapa Lama Bumi akan Bertahan? Ini Kata Ilmuan 

Akan tetapi, suatu hari nanti, seiring bertambahnya usia, siklus hidup bintang di pusat Tata Surya itu pada akhirnya akan menyebabkan kehancuran Bumi.

PROHABA.CO - Para ilmuwan sadar bahwa suatu hari nanti tiba waktu di mana planet ini akan mati.

Ilmuwan menyebut kalau Bumi akan menjadi tidak dapat ditinggali oleh sebagian besar organisme dalam waktu sekitar 1,3 miliar tahun karena evolusi alami Matahari.

Salah satu misi luar angkasa adalah mencari planet lain layak huni selain di Bumi.

Namun, pernahkah Anda bertanya-tanya, kapan hal itu terjadi dan berapa lama Bumi akan ada?

Kematian planet

Mengutip Live Science, Selasa (5/12/2023) saat ini Matahari merupakan sumber gravitasi dan energi yang penting.

Akan tetapi, suatu hari nanti, seiring bertambahnya usia, siklus hidup bintang di pusat Tata Surya itu pada akhirnya akan menyebabkan kehancuran Bumi.

Lalu berapa lama waktu yang dimiliki Bumi sebelum planet ‘ditelan’ Matahari?

Bumi diperkirakan akan mati beberapa miliar tahun dari sekarang.

Bumi akan menjadi tidak layak huni bagi sebagian besar organisme dalam waktu sekitar 1,3 miliar hingga 4,5 miliar tahun karena evolusi alami Matahari.

Baca juga: Apa Saja yang Ada di Dalam Bumi, Berikut Kata Ahli?

Seiring waktu, Matahari akan menjadi raksasa merah dan kemudian menelan Bumi.

Menurut Ravi Kopparapu, ilmuwan planet di Pusat Penerbangan Luar Angkasa Goddard NASA, raksasa merah terbentuk pada tahap akhir evolusi bintang.

Itu terjadi ketika bintang kehabisan hidrogen untuk bahan bakar fusi nuklirnya dan mulai mati.

Begitu fusi berhenti, gravitasi akan mengambil alih.

Inti helium akan mulai terkompresi karena gravitasi, yang akan menaikkan suhu.

Lonjakan panas tersebut akan menyebabkan lapisan plasma terluar Matahari mengembang drastis.

“Matahari akan membengkak setidaknya sebesar orbit Bumi,” kata Kopparapu.

Nasib manusia

Namun, kehidupan di planet bisa berakhir jauh lebih cepat dari itu. Mengapa demikian?

“Anda tidak perlu menunggu lapisan terluar Matahari mencapai Bumi.

Planet ini akan mengalami panas ekstrem jauh sebelum Matahari menyelesaikan transisinya menjadi raksasa merah,” jelas Kopparapu.

Ketika proses kematian Matahari meningkat, suhu lautan akan menguap, atmosfer pada akhirnya bakal menghilang dan gaya pasang surut gravitasi Matahari akan menghacurkan Bumi.

Baca juga: Bukan Pohon, Fitoplantonlah Produsen Oksigen Terbesar di Bumi

Baca juga: Ilmuan Ungkap Banyak Gunung Berapi Aktif Sebagian Besar Berada Ada di Bawah Laut

Sekitar 1,3 miliar tahun dari sekarang, manusia tidak akan mampu bertahan hidup secara fisiologis di alam Bumi karena kondisi panas dan lembap yang terus-menerus.

Dalam waktu sekitar 2 miliar tahun, lautan mungkin menguap ketika luminositas Matahari hampir 20 persen lebih tinggi dibandingkan sekarang.

Beberapa kehidupan mungkin bertahan, tetapi tidak dengan manusia.

Suhu planet yang berbahaya dengan kombinasi suhu, kelembapan, kecepatan angin, sudut Matahari, dan tutupan awan membuat manusia tidak dapat lagi mendinginkan tubuh dengan berkeringat.

Suhu berbahaya bagi manusia pertama kali diprediksi sebesar 35 oC.

Namun, penelitian terbaru menunjukkan suhu 30 oC dapat mematikan. Akan tetapi, beberapa tempat di Bumi telah mencapai lebih dari 32 oC pada beberapa kesempatan.

Model iklim juga memperkirakan suhu 35 oC akan menjadi kejadian biasa di wilayah seperti Timur Tengah pada akhir abad ini.

Gas rumah kaca (GRK) yang kita miliki telah mengancam kehidupan di Bumi sebelum Matahari.

Namun jauh sebelum itu, kehidupan manusia pun sudah terancam dalam beberapa abad mendatang.

Penyebabnya tidak lain tidak bukan adalah laju perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia sendiri yang saat ini tidak dimitigasi.

(Kompas.com)

 

Baca juga: Ilmuan Ingin Redupkan Matahari untuk Selamatkan Es di Antartika

Baca juga: Kapsul NASA Bawa Sampel Asteroid Terbesar Berhasil Mendarat di Bumi

Baca juga: Studi Terbaru Ungkap Kapan Berlian Dimuntahkan Bumi

 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Berapa Lama Bumi akan Bertahan?", 

 

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved