Senin, 1 Juni 2026

Berita Kriminal

3 Korban Diracun, 1 Perempuan Dicekik, Kasus Pembunuhan Berantai di Wonogiri

Kasus pembunuhan berantai terjadi di Wonogiri, Jawa Timur menyebabkan hilangnya nyawa sebanyak 4 orang.

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
TribunSolo.com / Erlangga Bima
Sarmo, pembunuh berantai di Wonogiri (berbaju orange), yang dihadirkan saat jumpa pers yang dilangsungkan di Mapolres Wonogiri, Sabtu (9/12/2023). 

PROHABA.CO - Kasus pembunuhan berantai terjadi di Wonogiri, Jawa Timur menyebabkan hilangnya nyawa sebanyak 4 orang.

Polisi berhasil mengungkap pembunuhan berantai tersebut setelah menangkap Sarmo pada 6 Desember 2023 atas kasus pencurian dengan pemberatan di Wonogiri.

Dari hasil pemeriksaan, Sarmo mengaku telah melakukan pembunuhan terhadap dua orang, Sunaryo pada 2022 dan Agung Santoso tahun 2021.

Jasad keduanya ditemukan sudah menjadi kerangka di dua lokasi berbeda di Kecamatan Girimarto, Kabupaten Wonogiri, Kamis (7/12/2023).

Dari pengakuan Sarmo, ia membunuh kedua korban dengan motif yang berbeda.

"Masalah utang piutang (korban Sunaryo) dan bisnis kerja (korban Agung Santosa," ujar Sarmo, Sabtu (9/12/2023), dilansir TribunSolo.com.

Sarmo menghabisi nyawa Sunaryo dan Agung Santoso dengan cara diracun menggunakan potas.

Oleh Sarmo, potas itu dimasukkan ke dalam minuman kedua korban.

Baca juga: 2 Korban Pembunuhan Berantai di Wonogiri Dihabisi Temannya Sendiri dengan Racun Potas

"Benar yang bersangkutan (pelaku) atas nama Sarmo (35) mengakui telah membunuh dua orang dengan meracun."

"Kemudian dikembangkan lagi pada tanggal 21 Desember 2023," ujar Kapolda Jawa Tengah (Jateng), Irjen Pol Ahmad Luthfi, Sabtu (30/12/2023), dikutip dari TribunSolo.com.

Dari hasil pengembangan yang dilakukan polisi, pada 21 Desember 2023, ditemukan satu korban perempuan bernama Katiyani (26).

Katiyani dibunuh pada 2020 lalu dengan cara dicekik.

Kemudian, ditemukan lagi korban Sudimo yang dibunuh pada 2022 dengan cara diberi minuman beracun.

"Jadi empat kejadian inilah megawali diungkapnnya kasus," tambahnya.

Berikut kronologi lengkap Sarmo bunuh empat korbannya:

Agung Santoso menjadi korban pembunuhan berantai yang dilakukan Sarmo pada 2021 lalu.

Kejadian bermula saat dirinya bertemu dengan Sarmo di sebuah gubuk perkebunan di Kecamatan Girimarto, 24 November 2021.

Dalam pertemuan itu, keduanya membicarakan soal usaha penggergajian yang dijalankan bersama di Kawasan Girimarto.

Korban diduga meminta bagi hasil yang besar dari usaha tersebut.

Baca juga: Pembunuh Berantai asal Cianjur, Bantai Istri, Mertua, hingga Anak

Namun, pelaku kurang setuju dengan permintaan itu karena usaha penggergajian tak selalu ramai.

"Bagi hasilnya kalau pas ramai bisa penuh, karena sepi berkurang, dia tidak bisa menerima."

"Mintanya penuh terus, dikira saya korupsi, saya tidak becus," ungkap Sarmo.

Puncak emosi Sarmo adalah ketika Agung Santoso menunjuk-nunjuk keningnya sambil berkata bahwa penggergajian akan dipindahkan ke Klaten.

Niat jahat Sarmo pun muncul. Ia lantas merencanakan untuk menghabisi nyawa korban dengan memberi minuman yang telah dicampur potas.

Usai menenggak minuman yang diberikan Sarmo, Agung Santoso pun tewas.

Pelaku lantas mengubur jasad korban di area perbukitan.

Sementara itu, korban Sunaryo juga dibunuh oleh Sarmo dengan cara diberi minuman beracun.

Dengan korban Sunaryo, Sarmo mengaku punya urusan utang piutang.

Sarmo menggadaikan mobil Grandmax ke Sunaryo sebesar Rp 48 juta.

"Seharusnya saya kan sudah mengambil, karena sudah tempo saya belum bisa."

"Akhirnya dia (Sunaryo) terus menekan saya, telatnya dua bulan," ungkap Sarmo.

Baca juga: Brigade Al-Qassam Luncurkan Rudal ke Tel Aviv Saat Israel Rayakan Tahun Baru

Menurut Sarmo, korban Sunaryo kerap menekannya dan mengucapkan kata-kata yang kasar.

"Korban bilang sudah dibantu tapi tidak bisa mengerti, pokoknya mencaci-maki saya," tandasnya.

Ia lantas menghabisi nyawa Sunaryo dengan sebotol air putih yang telah dicampur potas.

Jasad Sunaryo kemudian dikubur di bawah dipan yang berada di tempat penggergajia kayu milik Sarmo.

Sarmo mengaku ketakutan usai melakukan pembunuhan tersebut.

Berbagai cara pun ia lakukan untuk menghilangkan barang bukti, salah satunya dengan membakar jasad Sunaryo.

Saya kubur dulu tiga bulan, kemudian ada polisi naik ke atas (tempat penggergajian) saya panik."

"Dari kepanikan muncul inisiatif untuk menghilangkan jejak dengan membakar," jelasnya.

Korban selanjutnya adalah Sudimo yang juga dibunuh dengan cara diracun.

Hingga berita ini ditayangkan, belum ada informasi lengkap soal motif dan kronologi Sarmo menghabisi nyawa Sudimo.

Lantas korban keempat adalah Katiyani. Ia dibunuh pada 2020 lalu.

Kasat Reskrim Polres Wonogiri, Iptu Yahya Dhadiri mengatakan, Katiyani dan Sarmo kenal lewat Facebook.

Dari situ, keduanya intens berkomunikasi.

Katiyani dan Sarmo kemudian memutuskan untuk bertemu pada 12 Februari 2020.

Keduanya pergi ke Kecamatan Sidoharjo untuk menjual sepeda motor Katiyani.

Setelah motor terjual, Katiyani dan Sarmo pergi ke Kawasan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar.

Sepulang dari Tawangmangu keduanya kehujanan, sehingga mencari tempat berteduh.

"Saat berteduh pelaku mengetahui Katiyani mempunyai uang dari jual sepeda motor, lalu pelaku merayu untuk meminjam uang," ujar Yahya.

Namun, korban enggan meminjamkan uang hasil penjualan motornya ke Sarmo.

"Sekira pukul 18.00 waktu itu akhirnya Katiyani dibunuh dengan cara dicekik di tempat berteduh itu," ungkap dia.

Setelah korban tewas, Sarmo merampas uang milik korban senilai Rp 11.500.000 dan mengambil ponsel korban.

 

Baca juga: Suami Terlibat Pembunuhan Istri dan Anak di Subang

Baca juga: Pilot dan Pramugari Citilink Di Grounded Sementara, Isu Perselingkuhan Viral di Medsos

Baca juga: Polisi Tangkap 2 Tersangka Pembunuhan Pelajar SMK di Agara 

 

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Kronologi Lengkap Pembunuhan Berantai di Wonogiri: 3 Pria Diracun, 1 Perempuan Dicekik, 

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved