Jumat, 10 April 2026

Kesehatan

Mengapa Seseorang Suka Berbicara Sendiri Menurut Perspektif Psikologis

Fenomena ini meskipun mungkin terkesan aneh bagi beberapa orang, dapat dijelaskan melalui berbagai perspektif psikologis yang menarik.

Penulis: Safira Aznura Yunda | Editor: Jamaluddin
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi penuaan, proses penuaan. Studi ungkap penyebab penuaan di usia muda karena faktor psikologis seperti tidak bahagia dan kesepian. 

Meskipun berbicara sendiri bisa menjadi perilaku yang normal, jika seseorang mengalami kesulitan atau gangguan fungsi sehari-hari akibat perilaku ini, disarankan untuk berkonsultasi dengan profesional kesehatan mental.

PROHABA.CO - Dalam observasi perilaku sehari-hari, mungkin tidak jarang kita melihat seseorang yang terlihat  berbicara sendiri.

Fenomena ini meskipun mungkin terkesan aneh bagi beberapa orang, tapi dapat dijelaskan melalui berbagai perspektif psikologis yang menarik.

Menurut para ahli psikologi, berbicara sendiri dapat mencerminkan proses pengolahan informasi yang lebih efektif.

Dengan mengutarakan pemikiran secara verbal, seseorang dapat memperkuat retensi informasi, menyusun gagasan dengan lebih rinci, dan meningkatkan pemahaman terhadap suatu konsep.

Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi perilaku ini adalah kesepian atau kebosanan.

Meskipun tidak ada audiens yang nyata, berbicara sendiri dapat memberikan perasaan interaksi sosial yang kurang terpenuhi dan membantu seseorang mengatasi keheningan atau kekosongan.

Psikolog juga mencatat bahwa berbicara sendiri dapat berperan dalam regulasi emosi.

Melalui ungkapan verbal, seseorang dapat memproses perasaan, mengungkapkan kekhawatiran, atau mencari pemahaman lebih lanjut tentang diri mereka sendiri.

Selain itu, ada kemungkinan bahwa berbicara sendiri merupakan bentuk ekspresi kreatif.

Beberapa individu mungkin menemukan bahwa melalui percakapan verbal dengan diri sendiri, mereka dapat mengembangkan ide, merancang solusi, atau bahkan menciptakan narasi imajinatif.

Namun, perlu diingat bahwa ada juga kasus di mana berbicara sendiri dapat terkait dengan kondisi kesehatan mental seperti skizofrenia atau gangguan kepribadian.

Orang dengan kondisi ini mungkin terlibat dalam percakapan internal atau mendengarkan suara-suara yang tidak ada.

Meskipun berbicara sendiri bisa menjadi perilaku yang normal, jika seseorang mengalami kesulitan atau gangguan fungsi sehari-hari akibat perilaku ini, disarankan untuk berkonsultasi dengan profesional kesehatan mental.

Dengan memahami latar belakang psikologis dari fenomena ini, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami dan menghormati keberagaman cara manusia berinteraksi dengan diri mereka sendiri dan lingkungan sekitar. (Penulis adalah siswi magang dari SMKN 2 Lhokseumawe)

Update berita lainnya di PROHABA.co dan Google News

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved