Minggu, 10 Mei 2026

Tahukah Anda

Mengapa Ada Orang yang Bisa Tidur Sambil Berjalan? Berikut Penjelasannya

Tidur berjalan, yang secara resmi dikenal sebagai somnambulisme, adalah kelainan perilaku yang muncul saat tidur, yang mengakibatkan orang sedang

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
ist
Ilustrasi tidur sambil berjalan (sleepwalking) 

PROHABA.CO -  Pernahkah kamu melihat seseorang berjalan dalam keadaan tidur atau sleepwalking

Sleepwalking atau kondisi tidur berjalan adalah gangguan tidur yang membuat seseorang bangun dari tempat tidurnya, lalu berjalan atau berbicara. Dulunya, sleepwalking dikenal sebagai somnambulism.

Mungkin karena tidur sambil berjalan adalah hal tak biasa dan pengetahuan yang didapat adalah lewat tayangan seperti serial dan film, akhirnya melahirkan banyak mitos mengenai gangguan tidur ini.

Tidur berjalan, yang secara resmi dikenal sebagai somnambulisme, adalah kelainan perilaku yang muncul saat tidur, yang mengakibatkan orang sedang tidur tiba-tiba berjalan atau melakukanperilaku kompleks lainnya.

Kelainan ‘sleepwalking’ ini lebih sering terjadi pada anak-anak dibandingkan orang dewasa dan lebih mungkin terjadi jika seseorang memiliki riwayat penyakit dalam keluarga, kurang tidur, atau sering terbangun di malam hari.

Baca juga: Mengapa Susah Tidur Menyergap: Berikut Faktor dan Penanganan yang Tepat

Gejala tidur berjalan

Penting untuk diketahui bahwa terlepas dari namanya, tidur berjalan tidak terbatas pada berjalan kaki sambil tidur.

Episode tidur berjalan dapat melibatkan berbagai tindakan sederhana atau kompleks dan dapat berlangsung selama beberapa detik hingga setengah jam.

Dalam kasus yang lebih jarang, seseorang bisa melakukan tindak kekerasan atau mungkin lebih kompleks, seperti coba mengendarai mobil, selama episode tidur berjalan.

Episode tidur berjalan mungkin melibatkan perilaku sebagai berikut:

- berjalan atau berlari;

- mata berkaca-kaca dengan ekspresi kosong di wajahnya;

- tindakan rutin, seperti berpakaian atau memindahkan furniture;

- terlibat dalam perilaku seksual (sexsomnia);

- buang air kecil di tempat yang tidak pantas;

Baca juga: Sering Mengantuk Padahal Sudah Cukup Tidur, Ini Penyebabnya yang Perlu Anda Ketahui

Gejala utama dari tidur sambil berjalan dan parasomnia NREM lainnya adalah pelakunya hampir tidak pernah mengingat episode tersebut ketika mereka bangun.

Elemen umum lainnya dari parasomnia NREM adalah bahwa mereka biasanya terjadi pada paruh pertama malam ketika seseorang cenderung menghabiskan persentase waktu yang lebih tinggi dalam tahap tidur NREM.

Penyebab tidur berjalan Peneliti telah mengidentifikasi beberapa kondisi kesehatan, aktivitas, dan zat yang diketahui dapat memicu episode tidur berjalan.

Berikut adalah beberapa penyebab tidur berjalan:

1. Stres

Stres dan kecemasan dapat mengganggu istirahat malam yang baik.

Beberapa ilmuwan juga berpendapat, stres di siang hari dapat menyebabkan somnambulisme.

Studi terhadap 193 pasien di klinik menemukan bahwa salah satu pemicu utama episode tidur berjalan adalah peristiwa stres yang dialami sepanjang hari.

2. Kurang tidur

Orang yang kurang tidur lebih rentan mengalami sleepwalking.

Peneliti telah mempelajari pemindaian otak MRI pada orangorang dengan riwayat tidur berjalan dan menemukan bahwa kurang tidur meningkatkan jumlah episode tidur berjalan yang dialami seseorang.

Baca juga: Awas, Ini Efeknya jika Tidur Setelah Makan

3. Migrain

Jika seseorang menderita migrain kronis, ia mungkin lebih rentan mengalami tidur berjalan.

Pada tahun 2015, sekelompok ilmuwan mewawancarai 100 pasien yang rutin berjalan dalam tidur, dan menemukan hubungan kuat antara berjalan dalam tidur dan sakit kepala, khususnya migrain.

4. Demam

Berjalan dalam tidur telah dikaitkan dengan penyakit yang menyebabkan demam, terutama pada anak-anak.

Demam juga dapat menyebabkan gangguan tidur yang mengakibatkan seseorang berteriak, memukul-mukul tangan, atau mencoba melarikan diri dari hal-hal menakutkan yang ia rasakan saat tidur.

5. Gangguan pernapasan

Sleep aonea adalah gangguan pernapasan yang menyebabkan seseorang berhenti bernapas dalam waktu singkat saat tidur.

Ini lebih dari sekadar mendengkur.

Antara lain, sleep aonea yang parah dapat menyebabkan kelelahan di siang hari, tekanan darah tinggi, stroke, dan penyakit jantung.

Jika seseorang menderita sleep apnea yang parah, kemungkinan ia untuk berjalan dalam tidur lebih tinggi dibandingkan orang dengan sleep apnea yang ringan.

(Kompas.com)

 

Baca juga: Anda Suka Tidur Setelah Makan? Begini Saran Ahli Medis

Baca juga: Sulit Tidur di Malam Hari? Lakukan 4 Hal Berikut

Baca juga: Manfaat Tersembunyi Tidur yang Cukup untuk Kesehatan Mental

 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kenapa Ada Orang yang Bisa Tidur Sambil Berjalan?", 

 

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved