Minggu, 10 Mei 2026

Politik

Surya Paloh Menghadap Jokowi, Begini Reaksi Anies dan Cak Imin

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh, melakukan pertemuan di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Minggu (18/2/2024).

Tayang:
Editor: Jamaluddin
Tribunnews.com/Irwan Rismawan
Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh. Jokowi dan Surya Paloh melakukan pertemuan di Istana Negara, Jakarta, Minggu (18/2/2024). 

Pertemuan Jokowi dan Surya Paloh yang berlangsung hampir dua jam itu mengundang respons dari berbagai pihak, tak terkecuali dari pasangan capres dan cawapres nomor urut 1, Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (Cak Imin).

PROHABA.CO, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh, melakukan pertemuan di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Minggu (18/2/2024) malam.

Pertemuan Jokowi dan Surya Paloh yang berlangsung hampir dua jam itu mengundang respons dari berbagai pihak, tak terkecuali dari pasangan capres dan cawapres nomor urut 1, Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (Cak Imin).

Dikutip dari Tribunnews.com, Anies Baswedan menanggapi santai pertemuan Surya Paloh dan Presiden Jokowi.

Setelah pertemuan itu, menurut Anies, Surya Paloh menampakkan hal yang biasa dan tak ada perubahan pada sikapnya.

"Baik-baik saja, saya melihat tidak ada perubahan sikap," kata Amies saat berkunjung ke Kampus Unpad Jatinangor, Senin (19/2/2024), dikutip dari Tribunnews.com.

Anies mengungkapkan, setelah Pemilu 2024, dirinya tetap konsisten dalam koalisi perubahan.

Begitu juga yang dia ketahui dengan Surya Paloh.

"Selalu berkomunikasi, tidak ada pergeseran posisi, sama sekali tidak ada," ucap Anies.

Lebih lanjut Anies menyampaikan, pertemuan Surya Paloh dengan Jokowi merupakan hal yang biasa.

"Itu merupakan hal yang biasa-biasa saja," tambah dia.

Sementara itu, Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin mengatakan, pertemuan antara Surya Paloh dengan Presiden Jokowi tanpa adanya koordinasi dengan pihaknya sebagai sesama anggota Koalisi Perubahan.

"PKB sebut Surya Paloh temui Jokowi tanpa koordinasi koalisi," cuit Cak Imin di akun X nya.

PKB yang notabene satu koalisi dengan NasDem menyebutkan, pihaknya tak diajak berkoordinasi oleh Surya Paloh.

"Tidak ada koordinasi dengan ketum-ketum partai di Koalisi AMIN.

Tidak ada," ujar Ketua DPP PKB Cucun Ahmad Syamsurija di kantornya, Jakarta Pusat, Minggu (18/2/2024) dikutip dari wartakotalive.com.

Meski demikian, PKB menghormati pertemuan Surya dengan Jokowi itu.

Menurutnya, setiap partai politik memiliki hak masing-masing untuk membangun komunikasi politik.

Oleh sebab itu, sesama partai politik tidak boleh mengintervensi.

"Itulah hak Bang Surya Paloh kalau memang demikian, dan kami tidak boleh mengintervensi hak-hak semua partai," ujarnya.

Jokowi Jadi Jembatan

Presiden Jokowi buka suara soal pertemuannya dengan Surya Paloh tersebut.

Menurut Presiden, dalam pertemuan tersebut, dirinya hanya menjadi jembatan.

"Tapi, sebetulnya saya itu sebetulnya hanya jadi jembatan," kata Jokowi usai meresmikan Rumah Sakit Pusat Pertahanan Negara (RSPPN) Jenderal Soedirman di Jalan Veteran, Bintaro, Jakarta Selatan, Senin (19/2/2024), dikutip dari Tribunnews.com.

Namun, Jokowi tidak menjelaskan lebih jauh soal menjembatani apa dan menjembatani siapa dengan siapa.

Hanya saja, Presiden mengatakan bahwa pertemuan dirinya dengan tokoh politik tersebut masih tahap awal.

"Ini baru awal-awal, nanti kalo sudah final nanti kami..," kata Jokowi.

Presiden Jokowi kemudian meluruskan bahwa menjembatani yang ia maksud bukan masalah politik.

Menurut Jokowi, urusan politik merupakan urusan Parpol.

"Ya semuanya.

Saya ingin menjadi jembatan untuk semuanya. Urusan politik itu urusan partai," katanya.

Menurut Presiden, pertemuan dengan Surya Paloh merupakan pertemuan biasa.

Pembahasan politik juga hal yang biasa dilakukan.

"Ya pertemuan politik biasa.

Bicara masalah politik juga biasa," sambung Jokowi.

Presiden tidak menjelaskan lebih rinci soal pertemuan tersebut.

Hanya saja ia mengatakan bahwa pertemuan tersebut sangat bermanfaat.

"Itu akan sangat bermanfaat bagi perpolitikan kita, bagi negara kita.

Yang paling penting itu," imbuh Presiden.

Presiden enggan menjawab mengenai siapa yang menginisiasi pertemuan tersebut.

Menurut Jokowi, mengenai siapa yang mengundang dan yang diundang tidaklah penting.

"Dua duanya gak perlu lah siapa yang undang. gak perlu, yang paling penting memang ada pertemuan," kata Jokowi.

Sinyal Dukungan ke Prabowo-Gibran?

Menurut Pengamat politik Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin, pertemuan Jokowi dan Surya Paloh merupakan sinyal dukungan NasDem untuk Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

"Pertemuan politik.

Bisa jadi membicarakan soal dukungan Nasdem," kata Ujang, Senin (19/2/2024), dikutip dari Tribunnews.com.

Ujang menuturkan, pertemuan tersebut juga menjadi momen krusial terkait posisi NasDem dalam pemerintahan presiden selanjutnya.

"Apakah akan masuk pemerintahan atau akan menjadi oposisi," ucap Ujang.

Ujang menjelaskan, pertemuan tersebut merupakan tanggapan Presiden Jokowi atas permintaan Surya Paloh.

"Kelihatannya Surya Paloh ingin berkomunikasi dengan Jokowi, setelah NasDem kalah di Pilpres dan bisa jadi NasDem atau Surya Paloh berkomunikasi untuk gabung ke koalisi pemerintahan Prabowo-Gibran," jelas Ujang.

Ujang meyakini, permintaan Surya Paloh untuk bertemu Presiden karena Jokowi merupakan sosok penting bagi Prabowo-Gibran.

"Kita tahu juga Jokowi merupakan king maker Prabowo-Gibran," imbuhnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Partai NasDem, Hermawi Taslim, mengatakan pertemuan tersebut hanya merupakan silaturahmi.

"Silaturahmi biasa," kata Taslim.

Terkait sinyal dukungan Surya Paloh terhadap Prabowo-Gibran, Taslim mengatakan Surya Paloh hingga saat ini belum memberikan pernyataan resmi mengenai posisi NasDem di pemerintahan.

"Tidak (ada pernyataan resmi), hanya silahturahmi," pungkasnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Reaksi Anies dan Cak Imin saat Surya Paloh Menghadap Jokowi,

Update berita lainnya di PROHABA.co dan Google News

 

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved