Tahukah Anda
Limbah Plastik Menjajah Dunia, Apa Dampaknya? Ini Penjelasannya
Penggunaan plastik pun semakin meluas dalam berbagai macam produk. Mulai dari transportasi, obat-obatan, termasuk kemasan makanan, peralatan rumah
Jumlah plastik di Bumi
Saat ini, plastik sekali pakai menyumbang 40 persen produksi plastik setiap tahun.
Dalam kegiatan sehari-hari, plastik sekali pakai hanya digunakanan selama beberapa menit hingga beberapa jam, tetapi limbahnya akan bertahan di lingkungan selama ratusan tahun karena sifatnya yang tidak dapat diurai. Sampah plastik telah banyak ditemukan di seluruh permukaan Bumi.
Dilansir dari National Geographic, pada tahun 2019, sebuah tim peneliti menemukan kantong plastik hampir 11 kilometer di bawah laut di dasar Palung Mariana, yang dipercaya sebagai tempat terdalam di Bumi.
Pada tahun 2020, sebuah studi juga menemukan bahwa mikroplastik terkandung di sedimen laut di seluruh dunia.
Penemuan ini menunjukkan bahwa polusi plastik telah mencapai bahkan bagian paling terpencil di Bumi.
Dari 2,3 juta ton jumlah produksi plastik pada tahun 1950 naik hingga 448 juta ton pada tahun 2015.
Produksi diperkirakan akan meningkat dua kali lipat pada tahun 2050.
Setiap tahun, sekitar delapan juta ton sampah plastik dibuang ke lautan dari negara-negara pesisir.
Itu setara dengan menempatkan lima ‘trash bag’ penuh sampah di setiap garis pantai di seluruh dunia.
Dampak polusi plastik Dengan jumlah plastik yang tersebar di seluruh dunia, tidak mengherankan jika plastik telah memengaruhi kehidupan di Bumi.
Penemuan limbah plastik juga bukan merupakan hal langka, baik di dataran, pegunungan hingga lautan.
Saat berada di laut, sinar matahari, angin, dan gelombang memecah sampah plastik menjadi partikel-partikel kecil yang disebut mikroplastik.
Mikroplastik ini tersebar hampir di seluruh lautan dan ditemukan di setiap sudut bumi.
Maka, tidak mengherankan jika para ilmuwan menemukan mikroplastik pada manusia, seperti di dalam darah, paru-paru, bahkan pada kotoran (tinja).
Baca juga: Pakai Dasi Dapat Timbulkan Berbagai Dampak Kesehatan, Ini Penjelasannya
Baca juga: Dampak Perubahan Iklim Membuat Belalang Makin Lapar dan Rusak Tanaman
| 9 Makanan Kaya Zat Besi untuk Atasi Anemia Secara Alami, Biji Labu hingga Brokoli |
|
|---|
| Ikan Gabus, Dari Tradisi Penyembuhan Luka hingga Potensi Antioksidan dan Antihipertensi |
|
|---|
| Pohon Sawit Tak Dapat Gantikan Fungsi Hutan, Berikut Penjelasannya |
|
|---|
| Versi Terbaru Kebutuhan Protein Manusia Per Hari, Berikut Penjelasan Ahli |
|
|---|
| Tempe Goreng Lebih Sehat daripada Keripik Tempe, Begini Penjelasan Pakar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/Ilustrasi-sampah-plastik-yang-bisa-dikreasikan.jpg)