Banjir Lahar Dingin
Banjir Lahar Dingin Gunung Marapi Sumbar Terjang Dua Kabupaten, 21 Orang Meninggal
Banjir lahar dingin Gunung Marapi, Sumatera Barat (Sumbar) disertai banjir bandang menerjang dua kabupaten di provinsi itu.
Akibat banjir lahan dingin dan banjir bandang itu, 21 orang dilaporkan meninggal dunia. Selain itu, tujuh orang hilang, 12 orang luka-luka, dan 84 rumah terdampak.
PROHABA.CO - Banjir lahar dingin Gunung Marapi, Sumatera Barat (Sumbar) disertai banjir bandang menerjang dua kabupaten di provinsi itu.
Kedua kabupaten tersebut adalah Kabupaten Agam dan Tanah Datar.
Akibat banjir lahan dingin dan banjir bandang itu, 21 orang dilaporkan meninggal dunia.
Selain itu, tujuh orang hilang, 12 orang luka-luka, dan 84 rumah ikut terdampak.
Dikutip dari Tribunnews.com, di Nagari Bukik Batabuah, Kabupaten Agam, tercatat 8 orang meninggal dunia.
"Ada satu orang lagi yang dinyatakan hilang dan kini masih dicari," kata Wali Nagari Bukik Batabuah, Firdaus, dikutip dari Tribun Padang.
Sementara di Kabupaten Tanah Datar yang meliputi Kecamatan X Koto, Batipuh, Pariangan, Lima Kaum, dan Kecamatan Sungai Tarab, sebanyak 13 orang meninggal akibat bencana alam tersebut.
Jumlah itu merupakan update data dari Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanah Datar pada Minggu (12/5/2024) pukul 12.00 WIB.
Banjir lahar dingin dan banjir bandang di Tanah Datar terjadi di lima kecamatan.
"Sebanyak 84 rumah terdampak, 13 orang meninggal, 7 orang hilang, dan 12 orang luka-luka," kata Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Tanah Datar, Netrizal, melalui keterangan tertulis, pada Minggu (12/5/2024).
Banjir lahar dingin tersebut juga mengakibatkan 16 jembatan rusak dan dua masjid terdampak.
"Sekitar 20 hektare sawah ikut terdampak," ujarnya.
Netrizal menjelaskan, banjir lahar dan banjir bandang dipicu oleh curah hujan yang tinggi sejak Sabtu (11/5/2024).
Lokasi yang terdampak berada di sekitar bantaran sungai yang berhulu ke Gunung Marapi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/Suasana-Setelah-Banjir-Lahar-Dingin-dan-Banjir-Bandang-di-Kabupaten-Agam.jpg)