Tahukah Anda
Sering Mimpi Buruk Bisa Jadi Tanda Awal Penyakit Autoimun, Apa Betul?
Sebuah studi terbaru mengungkap mimpi buruk bisa menjadi tanda peringatan awal penyakit yang berpotensi bahaya. Semakin banyaknya mimpi buruk dan ...
PROHABA.CO - Sebuah studi terbaru mengungkap mimpi buruk bisa menjadi tanda peringatan awal penyakit yang berpotensi bahaya.
Semakin banyaknya mimpi buruk dan halusinasi mungkin menandakan adanya penyakit autoimun atau lupus.
Lupus merupakan penyakit peradangan autoimun yang diketahui berdampak pada beberapa organ, termasuk otak.
Ilmuwan ingin penelitian ini membuat masyarakat lebih paham bahwa kesehatan mental dan gejala neurologis bisa menjadi sebuah tanda dini sebuah penyakit.
Mimpi buruk bisa menjadi tanda peringatan dini penyakit autoimun, menurut sebuah penelitian terbaru.
Mimpi yang mengganggu dan halusinasi di siang hari dapat menjadi peringatan awal akan munculnya penyakit autoimun, seperti lupus.
Baca juga: Mengapa Kita Jarang Mengingat Mimpi, Berikut Penjelasan Pakar?
Hal ini menjadi penting karena kesadaran yang lebih besar terhadap penyakit tersebut, baik dari pasien maupun dokter, dapat mengarah pada kondisi autoimun yang lebih terkelola.
Mimpi buruk dan autoimun Penelitian baru mengamati 676 orang penderita lupus serta mewawancarai 400 dokter dan 69 orang terkait pengalaman hidup mereka dengan penyakit rematik autoimun sistemik, yang termasuk dalam penyakit lupus.
Adapun lupus adalah kondisi autoimun kronis yang dapat menyebabkan nyeri sendi, ruam, dan kelelahan.
Saat ini, belum ada obat untuk lupus, tetapi gejalanya dapat diatasi dengan pengobatan.
Berbagai analisis menghasilkan simpulan bahwa gejala umum yang dialami oleh tiga dari lima pasien menjelang munculnya lupus adalah tidur yang terganggu karena mimpi.
Halusinasi juga dilaporkan oleh kurang dari satu dari empat pasien, yang sering kali disertai mimpi buruk yang jelas sebagai pendahulunya.
Baca juga: Hati-hati, Mimpi 7 Hewan Ini Merupakan Pertanda Buruk, Ustaz Khalid Basalamah: Segera Istighfar
Para dokter yang terlibat dalam penelitian ini sepakat bahwa mimpi buruk dan halusinasi bisa menjadi “sistem peringatan dini” yang berguna terhadap serangan penyakit autoimun yang akan datang.
Memberikan informasi yang lebih baik kepada pasien tentang arti gejala-gejala ini, dapat memungkinkan mereka untuk bekerja sama dengan dokter guna menangani risiko kambuhnya penyakit sebelum menjadi parah.
Terkait hal ini, Profesor Guy Leschziner, peneliti dan ahli saraf di Rumah Sakit Guys’ and St Thomas, mengatakan bahwa ia dan rekan-rekannya telah lama menyadari bahwa perubahan dalam mimpi mungkin menandakan perubahan pada kesehatan fisik, neurologis, dan mental, atau terkadang bisa menjadi indikator awal penyakit.
| 9 Makanan Kaya Zat Besi untuk Atasi Anemia Secara Alami, Biji Labu hingga Brokoli |
|
|---|
| Ikan Gabus, Dari Tradisi Penyembuhan Luka hingga Potensi Antioksidan dan Antihipertensi |
|
|---|
| Pohon Sawit Tak Dapat Gantikan Fungsi Hutan, Berikut Penjelasannya |
|
|---|
| Versi Terbaru Kebutuhan Protein Manusia Per Hari, Berikut Penjelasan Ahli |
|
|---|
| Tempe Goreng Lebih Sehat daripada Keripik Tempe, Begini Penjelasan Pakar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/ilustrasi-mimpi-Mengapa-seseorang-bisa-bermimpi.jpg)