Tahukah Anda
Risiko Stroke pada Orang Muda Kini Meningkat Tajam, Ini Penjelasannya
Penyakit sroke sekarang ini menyerang siapa saja, tidak mengenal tua atau muda, sekarang penyakit stroke juga bisa menyerang usia muda.
PROHABA.CO - Penyakit sroke sekarang ini menyerang siapa saja, tidak mengenal tua atau muda, sekarang penyakit stroke juga bisa menyerang usia muda.
Kebanyakan penderita masih usia produktif dan disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat.
Stroke merupakan kondisi ketika suplai darah ke bagian otak terganggu atau berkurang, yang mengakibatkan jaringan otak tidak mendapatkan oksigen
. Stroke merupakan penyakit serius yang dapat menyebabkan kecacatan dan membahayakan nyawa.
Oleh sebab itu, pertolongan medis yang cepat dan tepat harus dilakukan untuk mengurangi risiko kerusakan otak dan berbagai komplikasi lainnya.
Berikut penjelasan ciri dan penyebab stroke di usia muda.
Laporan baru dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menemukan jumlah penderita stroke pada orang muda meningkat selama satu dekade terakhir.
Laporan CDC itu membandingkan data kesehatan dari tahun 2011-2013 dan 2020-2022.
Baca juga: Pilu, Bocah 9 Tahun Kena Stroke Ringan, Tagihan RS Capai Rp 2,2 Miliar
Peneliti CDC kemudian menemukan bahwa prevalensi stroke meningkat khususnya orang dewasa muda, mengalami peningkatan angka stroke yang sangat besar.
Peningkatan stroke ini terjadi pada orang dewasa muda (18-44 tahun) dan usia paruh baya (45- 64 tahun) dalam sepuluh tahun belakangan.
Mengutip Healthline, Kamis (30/5/2024) di antara mereka yang berusia 18-44 tahun terdapat peningkatan prevalensi stroke sebesar 14,6 persen sedangkan untuk orang dewasa pada kategori 45-64 tahun meningkat sebesar 15,7 persen.
Sementara angka stroke di kalangan lansia (65 tahun ke atas) Amerika sendiri menurun sehingga temuan ini pun semakin meresahkan.
Meskipun tidak ada penyebab tunggal yang jelas atas peningkatan jumlah stroke di kalangan usia dewasa muda, faktor risiko tambahan seperti obesitas dan tekanan darah tinggi kemungkinan besar ikut berperan.
“Laporan ini mengkhawatirkan karena pada populasi muda angka stroke meningkat. CDC juga mencatat bahwa tingkat obesitas dan hipertensi meningkat pada kelompok usia muda.
Itu pertanda buruk,” Gregory W. Albers, MD, Direktur Stanford Stroke Center di Stanford Medical Center yang tidak berafiliasi dengan laporan tersebut.
| 9 Makanan Kaya Zat Besi untuk Atasi Anemia Secara Alami, Biji Labu hingga Brokoli |
|
|---|
| Ikan Gabus, Dari Tradisi Penyembuhan Luka hingga Potensi Antioksidan dan Antihipertensi |
|
|---|
| Pohon Sawit Tak Dapat Gantikan Fungsi Hutan, Berikut Penjelasannya |
|
|---|
| Versi Terbaru Kebutuhan Protein Manusia Per Hari, Berikut Penjelasan Ahli |
|
|---|
| Tempe Goreng Lebih Sehat daripada Keripik Tempe, Begini Penjelasan Pakar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/Ilustrasi-stroke-01.jpg)