Tahukah Anda
Lama Hari di Bumi Apakah Selalu 24 Jam, Ini Penjelasannya
Rotasi Bumi ini memungkinkan manusia mengembangkan sistem untuk mengetahui waktu dan memberi sinyal kepada manusia, hewan, dan tumbuhan kapan waktunya
PROHABA.CO - Satu hari berdurasi 24 jam tidak terjadi begitu saja. Bumi harus melalui berbagai perubahan signifikan hingga akhirnya terjadi keseimbangan sementara antara gaya pasang surut gravitasi dari Bulan dan Matahari.
Ketika Bulan terbentuk sekitar 4,5 miliar tahun yang lalu, kemungkinan besar akibat tumbukan dahsyat, Bulan berada jauh lebih dekat dengan Bumi dibandingkan sekarang dan planet kita berputar jauh lebih cepat, sehingga durasi satu hari kurang dari 10 jam.
Sejak saat itu, Bulan perlahan bergerak ke arah luar, mencuri sebagian momentum sudut Bumi, sehingga rotasi Bumi melambat. Saat ini, seperti kita ketahui, satu hari di Bumi berlangsung selama 24 jam.
Bumi menyelesaikan satu putaran pada porosnya setiap 24 jam sekali.
Itulah yang kemudian menandai satu hari di planet kita.
Rotasi Bumi ini memungkinkan manusia mengembangkan sistem untuk mengetahui waktu dan memberi sinyal kepada manusia, hewan, dan tumbuhan kapan waktunya istirahat.
Namun, rotasi Bumi tidak selalu konsisten.
Faktanya, dahulu kala hari di Bumi jauh lebih singkat.
“Bumi telah mengalami hari-hari yang lebih pendek dan juga lebih lama dibandingkan sekarang pada berbagai titik dalam sejarah,” kata Sarah Millholland, asisten profesor fisika di MIT.
“Hal ini dipengaruhi oleh interaksi pasang surut dengan Bulan.
Baca juga: Apa yang Akan Menjadi Makhluk Terakhir yang Bertahan Hidup di Bumi Ini ?
Dan sekitar satu miliar tahun yang lalu, panjang hari di Bumi hanya sekitar 19 jam,” terangnya lagi.
Mengutip Live Science, pada awal sejarah planet, rotasi Bumi mungkin lebih pendek dari 10 jam.
Rotasi cepat kemudian merupakan hasil dari tumbukan besar yang membentuk Bulan dengan protoplanet seukuran Mars yang mempercepat momentum sudut Bumi sekaligus memecah cukup banyak permukaan planet untuk membentuk Bulan.
Efek pasang surut Bulan pada akhirnya memengaruhi Bumi untuk memperlambat kembali. Menurut Konstantin Batygin, profesor ilmu planet di Caltech, rotasi Bumi sebenarnya merupakan bukti asal-usul planet.
Seberapa cepat sebuah planet berputar ditentukan oleh bagaimana itu terbentuk ketika debu, batu, dan gas yang mengelilingi matahari dalam piringan protoplanet berkumpul di luar angkasa.
Seberapa kuat tumbukan potongan-potongan ini lalu membantu menentukan momentum sudut suatu benda atau seberapa cepat itu berputar.
Selain itu, jika Bumi terbentuk lebih dekat dengan matahari, rotasi planet akan terlihat sangat berbeda.
Dalam kasus ini, Bumi kemungkinan terkunci secara pasang surut terhadap matahari.
Yang akan terjadi adalah interaksi pasang surut yang lebih kuat dari matahari sehingga periode rotasinya sama dengan periode orbitnya, artinya satu hari bisa berlangsung selama satu tahun.
Baca juga: Bumi Tak Lagi Hanya Memanas, tapi Mendidih, Ini Alasannya
Perubahan lama hari Meskipun lamanya satu hari di bumi tampak konsisten bagi kita, Batygin dan Millholland mengatakan bahwa durasi tersebut sebenarnya masih berubah.
Secara khusus, kecepatan ini memanjang, meskipun sangat lambat, yakni sekitar 1,7 milidetik setiap abad.
“Perubahan relatif dalam kecepatan orbit tidak akan terlihat dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Batygin.
Sehingga, proses itu akan sangat lambat, dibutuhkan waktu 200 juta tahun agar satu hari di Bumi bisa mencapai 25 jam.
Penyebab utama rotasi Bumi adalah hubungan planet kita dengan Bulan.
Gaya pasang surut dari Bulan menciptakan efek gesekan saat Bulan perlahan menjauhkan diri dari Bumi seiring berjalannya waktu.
Namun, ada faktor lain yang berperan. Peristiwa planet dan astronomi lainnya dapat memengaruhi lamanya hari di Bumi.
Misalnya, gempa bumi berkekuatan 8,9 skala Richter yang melanda Jepang pada 11 Maret 2011 mempercepat putaran Bumi, yang memperpendek durasi 24 jam sehari sebanyak 1,8 mikrodetik.
Sedangkan peristiwa astronomi contohnya adalah tabrakan tak terduga dengan asteroid yang juga dapat mengubah lamanya hari.
Bencana yang disebabkan oleh manusia merupakan faktor lain yang memungkinkan lama hari di Bumi berubah.
“Perubahan iklim juga dapat berperan karena redistribusi massa Bumi akibat pencairan gletser, perubahan permukaan laut, dan aktivitas tektonik,” kata Millholland.
“Saat lapisan es di kutub mencair, rotasinya melambat.” tambahnya.
(Kompas. com)
Baca juga: Apa Sebab Samudra Antartika Punya Udara Terbersih di Bumi? Berikut Penjelasannya
Baca juga: Suara Misterius Terdengar dari Titik Paling Terpencil di Bumi, Ini Kata Ilmuan
Baca juga: Berapa Lama Bumi akan Bertahan? Ini Kata Ilmuan
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Apakah Lama Hari di Bumi Selalu 24 Jam?",
Update berita lainnya di PROHABA.co dan Google News
| 9 Makanan Kaya Zat Besi untuk Atasi Anemia Secara Alami, Biji Labu hingga Brokoli |
|
|---|
| Ikan Gabus, Dari Tradisi Penyembuhan Luka hingga Potensi Antioksidan dan Antihipertensi |
|
|---|
| Pohon Sawit Tak Dapat Gantikan Fungsi Hutan, Berikut Penjelasannya |
|
|---|
| Versi Terbaru Kebutuhan Protein Manusia Per Hari, Berikut Penjelasan Ahli |
|
|---|
| Tempe Goreng Lebih Sehat daripada Keripik Tempe, Begini Penjelasan Pakar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/ILustrasi-bumi987.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.