Cuaca
Aceh Mengalami Peningkatan Suhu Cuaca
Kondisi suhu panas tinggi yang melanda kawasan Aceh. Masyarakat di himbau untuk menghindari aktivitas fisik berat
Penulis: Muhammad Ziyad Az zahidi | Editor: Muliadi Gani
Menurut Safrizal, dengan mengikuti langkah-langkah tersebut warga dapat lebih mudah mengatasi udah panas dan menjaga kesehatan tubuh.
Baca juga: Ada Enam Faktor yang Mempengaruhi Ketidakpastian Cuaca, Berikut Penjelasannya
Sementara itu, warga Krueng Cut, Aceh Besar, Juliana (42) mengatakan, sudah tiga hari bayinya yang masih berusia 1,2 tahun kerap menangis dan susah tidur saat malam hari.
Bahkan, kata dia, karena terlalu panas tubuh buah hatinya juga ikut memerah.
Padahal, kipas angin selama ini tidak pernah berhenti berputar.
"Sekarang memang sudah demam, pileks, kalau untuk kipas angin memang tidak pernah mati.
Memang panas sekali," kata Juliana saat ditemui di rumahnya.
Sudah tiga hari terakhir ini, Juliana bersama bayi dan suaminya tidak lagi tidur dalam kamar, tapi mereka memilih di ruangan tamu.
"Kami tidur nggak lagi di kamar, soalnya lantai dan dinding rumah itu terasa panas.
Kalau di ruangan tamu, ada sedikit angin yang masuk," ujar dia.
Salah seorang mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh, Habil, juga mengeluhkan hal yang sama.
Saat berangkat ke kampus, dia harus selalu menggunakan jaket dan siaga air putih di samping ransel.
"Panasnya menyengat, terasa sekali di kulit," ucap dia.
Tak hanya itu, semenjak Banda Aceh dilanda suhu panas tertinggi, Habil bahkan kerap mandi lima kali dalam sehari.
"Biar segar, karena efek panasnya kadang buat sakit kepala," tutur dia.
(PROHABA.CO/Muhammad Ziyad Az-zahidi)
| BPBD Banda Aceh Ingatkan Masyarakat Potensi Cuaca Ekstrem |
|
|---|
| BMKG: Waspadai Hujan Lebat dan Angin Kencang di Sejumlah Wilayah pada 8-14 April 2025 |
|
|---|
| BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Beberapa Wilayah Indonesia Hingga 20 Maret 2025 |
|
|---|
| Cuaca Ekstrem di Indonesia: Hujan Lebat dan Angin Kencang Diprediksi Terjadi pada 7-8 Maret 2025 |
|
|---|
| BMKG Imbau Masyarakat Hindari Liburan ke Pegunungan, Ini Alasannya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/Ilustrasi-Suhu-Panas.jpg)