Diduga Terjerat Utang, Pasangan Suami Istri di Karangasem Nekat Bunuh Diri
Pasangan suami istri (pasutri) di Karangasem, Bali, berinisial IKS (41) dan NLNA (28), ditemukan tewas gantung diri di kebun belakang rumah mereka.
PROHABA.CO, KARANGASEM – Entah apa yang menjadi penyebab pasutri yang masih usia produktif ini nekat mengakhiri hidup, namun kabar menyebut karena terlilit hutang.
Pasangan suami istri (pasutri) di Karangasem, Bali, berinisial IKS (41) dan NLNA (28), ditemukan tewas gantung diri di kebun belakang rumah mereka.
Korban suami istri asal Banjar Dinas Muntig, Desa Amerta Bhuana, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali, ditemukan tewas gantung diri di kebun milik mereka pada Rabu (28/8/2024) pagi.
Kepala Seksi Humas Polres Karangasem, Gede Sukadana menyampaikan, korban berinisial IKS (41) dan NLNA (28).
"Keduanya ditemukan tergantung pada sebuah pohon kopi di kebun mereka sekitar pukul 10.00 Wita," kata dia saat dikonfirmasi di Karangasem, Kamis (29/8/2024).
Menurut keterangan yang diperoleh polisi, peristiwa ini pertama kali diketahui oleh anak kedua korban yang pulang dari bekerja.
Baca juga: Kejanggalan Kasus Meninggalnya Brigadir RAT, Istrinya Tidak Percaya Kalau Korban Bunuh Diri
Baca juga: Pasutri di Kediri Tega Bunuh Anak Balitanya, Jasad Korban Dikubur di Samping Rumah
Baca juga: Sepasang kekasih di Medan Diduga Bakar Diri di Kamar Kos, Pintu Terkunci dari Dalam
Saat mencari orangtuanya, anak tersebut menemukan keduanya sudah dalam keadaan tidak bernyawa.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, diduga kuat motif bunuh diri ini karena masalah ekonomi.
Korban diketahui memiliki banyak utang," ujar Sukadana.
Sebelum ditemukan tewas, korban sempat mengirimkan pesan WhatsApp kepada anaknya, meminta agar anaknya menjaga adik-adiknya.
Hal ini semakin menguatkan dugaan bahwa keduanya telah merencanakan tindakan nekat tersebut.
Ia menambahkan, hasil pemeriksaan medis menunjukkan bahwa kedua korban meninggal dunia akibat gantung diri.
Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
"Dari hasil pemeriksaan luar, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.
Pada leher korban ditemukan luka bekas jeratan.
| Polres Gayo Lues Gelar Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Dokter Shanti Hastuti, 25 Adegan Dipergakan |
|
|---|
| Bahaya Ikan Sapu-Sapu bagi yang Memakannya, Bisa Picu Kanker hingga Kerusakan pada Ginjal |
|
|---|
| Pemkab Aceh Tengah Tiadakan Seluruh Rangkaian HUT Kota Takengon Ke-447 Tahun 2026 |
|
|---|
| Musrenbang 2027, Tekad Mualem Fokus Berantas Kemiskinan dan Mitigasi Bencana |
|
|---|
| Transformasi Besar Dimulai! Relaunching AMANAH Aceh Jadi Game Changer Industri Kreatif |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/bundir.jpg)