Daftar Hitam AS
Brunei Darussalam Tak Terduga Masuk Daftar Hitam AS, Ternyata Ini Alasan Negeri Paman Sam
Negeri Paman Sam itu memasukkan Brunei Darussalam dalam daftar hitam (blacklist) mereka.
AS memasukkan Brunei Darussalam ke daftar hitam (blacklist). Hal itu tertuang dalam laporan tahunan Kementerian Luar Negeri AS pada Juni 2024 lalu.
PROHABA.CO, WASHINGTON DC – Kabar tak terduga datang dari Amerika Serikat (AS).
Pasalnya, Negeri Paman Sam itu memasukkan Brunei Darussalam dalam daftar hitam (blacklist) mereka.
Lantas, apa alasan AS menetapkan hal itu?
Untuk mendapat jawabannya, Simak penjelasan di bawah ini seperti dikutip dari Kompas.com:
AS memasukkan Brunei Darussalam ke daftar hitam (blacklist).
Hal itu tertuang dalam laporan tahunan Kementerian Luar Negeri AS pada Juni 2024 lalu.
Dalam laporan tersebut, negara di Asia Tenggara itu menjadi salah satu negara yang masuk daftar hitam karena kasus perdagangan manusia.
Dilansir dari Asia Today, Minggu (16/9/2024), AS memasukkan Brunei ke daftar tingkat 3.
Tingkat ini berisi negara-negara yang tidak melakukan cukup banyak hal untuk memerangi perdagangan manusia dan dapat dikenai sanksi AS atau pengurangan bantuan.
Brunei dikatakan tidak menghukum pelaku perdagangan manusia selama tujuh tahun berturut-turut.
Bahkan mengadili atau mendeportasi para korban yang membutuhkan pertolongan.
“Brunei mempublikasikan upaya untuk menangkap pekerja yang melarikan diri dan mencambuk beberapa dari mereka yang tertangkap,” kata laporan tersebut, merujuk pada perlakuan negara kerajaan kaya minyak itu terhadap para korban.
Padahal, secara umum, Brunei memiliki hubungan yang baik dengan AS.
Meski negara mayoritas muslim ini kerap mendapat kecaman karena tetap menerapkan hukuman mati, terutama kepada kaum homoseksual.
Nasib yang sama juga terjadi pada Sudan.
Negara di Afrika ini dikritik karena ketidakmampuannya dalam menangani perekrutan tentara anak.
Laporan ini juga menyoroti peran teknologi, yang dikatakan memudahkan para pelaku perdagangan manusia untuk melintasi perbatasan.
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Antony Blinken, mengutip adanya peningkatan penipuan di dunia maya yang membujuk orang untuk bekerja.
“Namun, beberapa teknologi yang sama dapat digunakan untuk mengungkap dan menghentikan perdagangan manusia dan dapat membantu kami meminta pertanggungjawaban para pelaku,” kata Blinken.
Sementara itu, Vietnam justru dikeluarkan dari Level 3 karena dianggap sudah melakukan peningkatan investigasi dan penuntutan serta memberikan bantuan yang lebih besar kepada para korban.
Vietnam sudah dimasukkan oleh AS ke daftar yang sama selama dua tahun terakhir.
Hal yang sama juga terjadi pada Afrika Selatan dan Mesir.
Sementara itu, Aljazair secara resmi dihapus dari daftar tersebut.
Sebelumnya Cina, Rusia, dan Venezuela juga masuk daftar hitam Amerika Serikat. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Tak Terduga, Brunei Darussalam Ternyata Masuk Daftar Hitam AS",
Update berita lainnya di PROHABA.co dan Google News
| Resepsi Pernikahan El Rumi–Syifa Hadju Usung Konsep Internasional, Dewa 19 Tampil |
|
|---|
| Bahaya Ikan Sapu-Sapu bagi yang Memakannya, Bisa Picu Kanker hingga Kerusakan pada Ginjal |
|
|---|
| Pemkab Aceh Tengah Tiadakan Seluruh Rangkaian HUT Kota Takengon Ke-447 Tahun 2026 |
|
|---|
| Kecelakaan Maut di Aceh Timur, Sepasang Suami Istri Tewas Ditabrak Ford Everest |
|
|---|
| TNI dan Warga Rampungkan Jembatan Aramco di Aceh Tamiang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/Masjid-Sultan-Omar-Ali-Saifuddien-Brunei-Darussalam.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.