Rabu, 8 April 2026

Berita Kriminal

Ketua KPPS di Bima NTB Dibacok Warga saat Pemungutan Suara

Aswadin, Ketua kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) di TPS 02, Desa Waduwani, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB),

Editor: Muliadi Gani
Tangkap layar
Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) 02 berinisial AD di Desa Waduwani, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima, dibacok saat pemungutan suara, Rabu (27/11/2024) 

PROHABA.CO, BIMA -  Aswadin, Ketua kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) di TPS 02, Desa Waduwani, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), dibacok saat pemungutan suara, Rabu (27/11/2024).

Pelaku pembacokan berinisial AL (32), warga setempat yang saat itu akan memberikan hak suaranya di TPS 2 Desa Waduwani.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka sehingga dilarikan ke rumah sakit akibat dibacok warga.

Kasatreskrim Polres Bima Iptu Abdul Malik menceritakan, penganiayaan itu berawal korban sedang melaksanakan tugas sebagai ketua KPPS 2.

Pada saat berlangsung pencoblosan, pelaku datang dengan membawa kartu C pemberitahuan sehingga pelaku dapat masuk ke TPS.  

"Saat jarak pelaku dengan korban berdekatan, korban langsung mengeluarkan sebilah parang yang disimpan di pinggang sebelah kiri," terang Malik.

Terduga pelaku melakukan pembacokan sebanyak tiga kali ke arah bagian punggung, leher dan kepala.

"Korban adalah ketua KPPS II Desa waduwani kecamatan Woha Kabupaten Bima yang saat ini sedang melaksanakan tugas," sambungnya.

Ia mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat dan pihak keluarga agar menyerahkan sepenuhnya kasus ini ke pihak Kepolisian dan tidak dibenarkan untuk main hakim sendiri.

Ketua KPU Kabupaten Bima Ady Supriadi mengatakan, meskipun ada insiden, proses pemilihan di TPS itu tetap berjalan.

"Dilanjutkan oleh anggota KPPS," katanya. 

Baca juga: Pilkada di Papua Pegunungan Ricuh, Dua Kubu Saling Serang, Kapolres Kena Panah di Pipi

Tak pengaruhi proses pemungutan suara

Komisi Pemilihan Umum (KPU) NTB menyebutkan, insiden pembacokan terhadap Aswadin tidak berpengaruh pada proses pemungutan suara di TPS tersebut.

"Enggak ada berpengaruh secara keseluruhan terkait dengan proses pemungutan dan penghitungan suara," kata Ketua KPU NTB, Muhamad Khuwailid di Kantor KPU NTB, Kamis (28/11/2024).

Khuwailid mengatakan, ketua KPPS yang menjadi korban pembacokan tidak diganti melainkan hanya digantikan tugasnya oleh anggota KPPS yang lain.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved