Senin, 20 April 2026

Berita Kriminal

Ketua KPPS di Bima NTB Dibacok Warga saat Pemungutan Suara

Aswadin, Ketua kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) di TPS 02, Desa Waduwani, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB),

Editor: Muliadi Gani
Tangkap layar
Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) 02 berinisial AD di Desa Waduwani, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima, dibacok saat pemungutan suara, Rabu (27/11/2024) 

Sehingga proses pemungutan suara di TPS tersebut tetap berjalan baik dan kondusif setelah insiden tersebut.

Insiden pembacokan ketua KPPS ini diduga dipicu karena permasalahan pribadi dan tidak terkait soal pilkada.

Pembacokan terjadi saat korban Aswadin sedang bertugas sebagai ketua KPPS di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 2 Desa Waduwani, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima, Rabu (27/11/2024) pukul 08.00 Wita.

Pelaku berinisial AL (32), warga setempat yang saat itu akan memberikan hak suaranya di TPS 2 Desa Waduwani.

Pihak kepolisian Polres Bima menyebutkan, kejadian berawal saat AL hendak memberikan hak suara.

Baca juga: Tega! Suami di Palu Bunuh Istri dan Anaknya di Hari Pencoblosan Pilkada Serentak, Pelaku Kabur

Setelah menyerahkan surat pemberitahuan kepada petugas TPS, AL lalu masuk dan duduk di kursi tunggu. 

Saat namanya dipanggil petugas, AL tiba-tiba berdiri dan mengeluarkan parang dari pinggangnya dan membacok korban berulang kali.

Warga dan petugas TPS yang ada di lokasi sontak melerai keduanya dan mengamankan pelaku pembacokan.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami sejumlah luka di bagian punggung, leher dan kepala korban.

Korban lalu dibawa ke Puskesmas Woha untuk mendapatkan perawatan.

Sementara pelaku dibawa ke Mapolres Bima untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Masalah pribadi

Penjabat Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Hasanuddin menyebutkan, kasus pembacokan ketua KPPS itu dipicu permasalahan pribadi dan bukan masalah pilkada.

"Masalah pribadi, kebetulan tindakan ini bertepatan dengan waktunya dan tempatnya pada saat pemilihan," kata Hasanuddin usai mencoblos di Kota Mataram, Rabu (27/11/2024).

Terkait kasus pembacokan ketua KPPS ini, Hasanuddin telah memberi atensi khusus dan berkoordinasi dengan pihak kepolisian, KPU serta Bawaslu.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved