Jumat, 24 April 2026

Berita Pidie

Lumpur Longsor Terjang Sembilan Rumah di Tangse Pidie 

"Sembilan rumah warga di Dusun Kuala Krueng, Gampong Pulo Baro, Kecamatan Tangse tertimbun tanah bercampur batu kerikil akibat terbawa air saat hujan

Editor: Muliadi Gani
for serambinews.com
Anak-anak membantu orang tuanya membersihkan lumpur di dalam rumah akibat longsor di Dusun Kuala Krueng, Gampong Pulo Baro, Kecamatan Tangse, Pidie, Kamis (9/1/2025). 

Laporan Muhammad Nazar I Pidie

PROHABA.CO, SIGLI -  Hujan lebat yang mengguyur kawasan Kecamatan Tangse, Pidie dalam beberapa hari terakhir mengakibat longsor.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie mencatat sembilan rumah di Dusun Kuala Krueng, Gampong Pulo Baro, Kecamatan Tangse, Pidie tertimbun batu kerikil material longsor pada Rabu (8/1/2025) malam. 

Untuk diketahui, lumpur longsor tersebut terjadi akibat hujan lebat yang turun menyebabkan tanah dan batu kerikil pada tebing jalan runtuh hingga terbawa air masuk ke dalam rumah warga. 

"Sembilan rumah warga di Dusun Kuala Krueng, Gampong Pulo Baro, Kecamatan Tangse tertimbun tanah bercampur batu kerikil akibat terbawa air saat hujan mengguyur pegunungan Tangse," kata Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Pidie, Muhammad Rabiul, MT dikutip Serambinews.com, Kamis (9/1/2025).

Ia menyebutkan, rumah terkena lumpur longsor akibat runtuh tebing jalan adalah milik Mukhtaruddin (50), Hamdani (30), Mursyidin (31), Baizatul (25), Bob Rijal (40), Jamaludin Yahya (50), Basri (52), M Ali (51), dan Puteh Malem (60), dengan total sembilan KK. 

Ia menjelaskan, Mukhtaruddin dengan jumlah lima jiwa dan satu anaknya masih balita berumur empat tahun dan Hamdani dengan berjumlah dua jiwa, yang isterinya hamil. 

Lalu, Basri dengan jumlah empat jiwa, Jamaluddin dengan jumlah empat jiwa, M Ali dengan empat jiwa, dan satu anaknya masih balita berumur tiga tahun. 

Berikutnya, Bob Rijal empat jiwa, Baizatul tiga jiwa, Puteh Malem enam jiwa dengan dua balita, dan Mursyidi empat jiwa dengan satu balita. 

"Data pemilik rumah yang terkena dampak lumpur longsor dari Camat Tangse.

Baca juga: Jalan lintas Peureulak - Gayo Lues Tertimbun longsor, Lalu Lintas Lumpuh 

Musibah longsor tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, tapi lumpur bercampur tanah dan batu kerikil masuk yang menempel di lantai rumah warga," jelasnya.

Kata Rabiul, lumpur yang melekat di lantai setengah centimeter yang harus dibersihkan pemilik rumah. 

Pemilik rumah tidak mengungsi ketika lumpur masuk ke dalam rumah yang bagian depan berhadapan dengan Jalan Nasional Tangse-Meulaboh, Aceh Besar.

Menurutnya, longsor yang terjadi pada Rabu (8/1/2025) malam, sempat memutuskan transportasi Tangse dengan Mane, Geumpang, dan Meulaboh. 

Namun, satu alat berat dikerahkan BPJN ke lokasi longsor, sehingga pukul 23.12 WIB, arus trasportasi dari dua arah telah normal kembali. 

Sebab, material longsor telah dibersihkan. 

Bahkan, Kamis (9/1/2025) sore, pembersihan material longsor masih dilakukan. 

Kata Rabiul, longsor tanah pada tebing jalan terjadi langsung terbawa air hingga masuk ke rumah warga. 

Sebab, lumpur longsor itu berhadapan dengan deretan rumah warga yang terletak bersisian dengan jalan nasional. 

"Saat ini, bantuan masa panik dari Dinas Sosial Pidie telah disalurkan kepada korban yang berdampak longsor," pungkasnya.

Baca juga: Tiga Hari Usai Terseret Arus, Petani Rambutan Ditemukan Meninggal

Dua rumah rusak berat

Kabid Rehab Rekon Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Pidie, Ir Ali Basyah dikutip Serambinews.com, Kamis (9/1/2025), mengungkapkan, dirinya telah turun langsung ke lokasi longsor di Dusun Kuala Krueng, Gampong Pulo Baro, Kecamatan Tangse

Hasil pantauan di lokasi dan laporan tertulis dari camat, bahwa sembilan rumah tertimbun lumpur dampak longsor.

“Dua rumah mengalami rusak berat dan tujuh mengalami rusak ringan.

Saya akan melaporkan kerusakan rumah dampak longsor ke Bupati Pidie,” urai dia. 

“Nantinya, pimpinan yang menentukan langkah selanjutnya penanganan dampak longsor tersebut," jelas Ali.

Ia menjelaskan, longsor yang terjadi di Gampong Pulo Baro, baru pertama kali terjadi akibat hujan. 

Longsor itu diperkirakan akan terulang kembali terjadi jika hujan kembali turun. 

Sebab itu, harus adanya saluran air yang bisa menampung air hujan dari atas penggunungan. 

Karena selama ini belum adanya saluran air, sehingga air hujan dari atas akan menghantam tebing jalan.(*)

Baca juga: Longsor Tutupi Badan Jalan Nasional Tangse - Meulaboh, Rumah Warga Terdampak

Baca juga: Tanah Longsor di Karo, 10 Korban yang Hilang Ditemukan Meninggal

Baca juga: Akan Ditetapkan Tersangka dalam Kasus Penipuan Berkedok Gadai Mobil Rental

Artikel ini telah tayang di SerambiNews.com dengan judul Sembilan Rumah di Tangse Pidie Tertimbun Lumpur Longsor, Ibu Hamil dan Balita Selamat, 

Update berita lainnya di PROHABA.co dan Google News

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved