Konflik Palestina vs Israel
Israel-Hamas Gencatan Senjata, Warga Gaza Menangis Bahagia
Warga Palestina menyambut gembira di seluruh Jalur Gaza atas kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas.
PROHABA.CO - Warga Palestina menyambut gembira di seluruh Jalur Gaza atas kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas.
Banyak dari mereka meneteskan air mata kegembiraan dan yang lainnya bertepuk tangan sambil meneriakkan “Allahu Akbar” “Saya senang, ya, saya menangis, tetapi ini adalah air mata kebahagiaan,” kata Ghada, seorang ibu dari lima anak yang mengungsi dari rumahnya di Kota Gaza selama perang yang telah berlangsung selama 15 bulan.
Rakyat Palestina di beberapa wilayah di Jalur Gaza menyaksikan perayaan besar-besaran menyusul konfirmasi penandatanganan perjanjian gencatan senjata antara Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) dan Israel pada Rabu (15/1/2025).
Implementasi gencatan senjata itu akan dimulai pada Minggu, 19 Januari 2025.
Perjanjian gencatan senjata itu akan mengakhiri perang Israel yang telah berlangsung di Jalur Gaza selama lebih dari 15 bulan.
Suasana kegembiraan mendominasi jalan-jalan Deir al-Balah di tengah Jalur Gaza dan Khan Yunis di selatan Jalur Gaza.
Orang-orang yang bersuka ria meneriakkan, “Kami adalah anak-anak Muhammad Deif,” mengacu pada panglima Brigade Martir Izz al-Din al-Qassam, sayap militer gerakan Hamas.
Sebagian meneteskan air mata kebahagiaan sementara yang lain bersiul, bertepuk tangan, dan meneriakkan "Allahu Akbar".
"Saya bahagia, ya, saya menangis, tetapi itu adalah air mata kebahagiaan," kata Ghada, seorang ibu lima anak yang mengungsi dari rumahnya di Kota Gaza.
Baca juga: Kabar Gembira! Israel dan Hamas Resmi Gencatan Senjata di Gaza dan Sepakat Bebaskan Sandera
"Kami seperti terlahir kembali, dengan setiap jam penundaan Israel melakukan pembantaian baru, saya harap semuanya segera berakhir sekarang," katanya kepada Reuters melalui aplikasi obrolan dari tempat penampungan di kota Deir al-Balah di Gaza tengah.
Iman Al-Qouqa, yang tinggal bersama keluarganya di tenda terdekat, masih tidak percaya.
"Ini adalah hari kebahagiaan, kesedihan, kejutan dan kegembiraan, tetapi tentu saja ini adalah hari di mana kita semua harus menangis dan menangis lama karena apa yang telah kita semua hilang," katanya kepada Reuters.
"Kita tidak hanya kehilangan teman, saudara, dan rumah, kita juga kehilangan kota kita, Israel mengirim kita kembali ke masa lalu karena perangnya yang brutal," lanjutnya.
"Sudah saatnya dunia kembali ke Gaza, fokus pada Gaza, dan membangunnya kembali," kata Qouqa.
Para pemuda menabuh rebana, meniup terompet, dan menari di jalan di Khan Younis di Jalur Gaza selatan, beberapa menit setelah mendengar berita tentang kesepakatan yang dicapai di ibu kota Qatar, Doha.
| Lebih 50 Kapal dari 44 Negara Menuju ke Gaza, Cucu Nelson Mandela Ikut Ambil Bagian |
|
|---|
| Badai Pasir dan Kebakaran Landa Israel, Aktivitas Lumpuh Kualitas Udara Anjlok |
|
|---|
| Kebakaran Hutan Hebat di Israel, Minta Bantuan Internasional |
|
|---|
| Israel Melakukan Pengusiran Paksa, Warga Pengungsi Di Tepi Barat Menghadapi Ketidakjelasan kehidupan |
|
|---|
| Donald Trump Sebut Warga Palestina Tak Punya Hak Kembali ke Gaza, Rencana Kirim Pasukan ke Gaza |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/Tahanan-Palestina-mengenakan-jumper-abu-abu-bersorak-setelah-dibebaskan.jpg)