Jumat, 1 Mei 2026

Tahukah Anda

Menurut Studi, Hampir Seperempat Spesies Air Tawar di Dunia Terancam Punah

Sebuah penelitian besar yang meneliti kesehatan hampir 24.000 spesies air tawar menemukan bahwa hampir seperempat dari mereka terancam punah.

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
iStockphoto/mel-nik
ILUSTRASI IKAN DANAU - Ilustrasi ini dari iStockphoto/mel-nik (6/2/2025). Sebuah penelitian besar yang meneliti kesehatan hampir 24.000 spesies air tawar menemukan bahwa hampir seperempat dari mereka terancam punah. 

PROHABA.CO -  Seperempat spesies hewan yang hidup di air tawar seperti sungai hingga danau terancam punah karena ancaman kerusakan lingkungan.

Dalam penelitian terbaru, tercatat hampir 24 persen spesies air tawar terancam punah.

Ekosistem air tawar hanya mencakup kurang dari 1 persen dari permukaan bumi, tetapi memiliki peran yang sangat penting bagi kehidupan. 

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa kerusakan lingkungan ini bisa mendorong spesies air tawar menuju ambang kepunahan, dengan 24?ri spesies yang ada berada dalam bahaya.

Ribuan spesies ikan, kepiting, dan capung berisiko punah dalam beberapa dekade mendatang dan jumlah ini mungkin terus bertambah.

Sebuah penelitian besar yang meneliti kesehatan hampir 24.000 spesies air tawar menemukan bahwa hampir seperempat dari mereka terancam punah.

Dari jumlah tersebut, hampir 1.000 spesies dikategorikan sebagai “sangat terancam punah”, dan sekitar 200 spesies kemungkinan sudah punah.

Menurut Catherine Sayer, penulis utama penelitian yang diterbitkan di journal Nature ini, tindakan segera diperlukan untuk memahami dan melindungi spesiesspesies ini.

“Kurangnya data tentang keanekaragaman hayati air tawar tidak boleh lagi dijadikan alasan untuk tidak bertindak,” ujarnya.  

Baca juga: Berapa Banyak Hewan yang Punah Akibat Aktivitas Manusia?

“Lanskap air tawar merupakan rumah bagi 10?ri semua spesies yang diketahui di Bumi dan sangat penting bagi miliaran orang untuk air minum yang aman, mata pencaharian, pengendalian banjir, dan mitigasi perubahan iklim.

Oleh karena itu, ekosistem ini harus dilindungi demi alam dan manusia,” ujarnya.

Tantangan yang dihadapi Air tawar yang bersih dan segar sangat penting bagi kehidupan di darat, tetapi ekosistem ini justru menjadi salah satu yang paling terancam.

Permintaan yang meningkat untuk pangan, air, dan sumber daya memperburuk kondisi lingkungan air tawar.

Kawasan lahan basah, termasuk rawa, hutan bakau, dan padang garam, mengalami kerusakan paling besar.  

Diperkirakan sekitar 3,4 juta kilometer persegi lahan basah 'setara dengan luas India' telah hilang sejak tahun 1700. 

Hilangnya lahan basah tidak hanya mengancam flora dan fauna yang hidup di sana, tetapi juga membatasi kemampuan kita dalam menghadapi perubahan iklim dan mencegah banjir.

Selain itu, sumber air tawar juga menghadapi berbagai ancaman seperti pengambilan air berlebihan, pembangunan bendungan yang mengurangi habitat bagi satwa liar, serta pencemaran limbah industri dan plastik.

Baca juga: Peneliti Temukan Hewan Purba yang Sempat Dikira Punah di Pegunungan Papua

Misalnya, Sungai Colorado kini tidak lagi mencapai laut akibat eksploitasi berlebihan.

Dr Topiltzin Contreras MacBeath, salah satu peneliti dalam studi ini, menegaskan bahwa penting untuk memasukkan data spesies air tawar ke dalam strategi konservasi dan pengelolaan sumber daya air.

“Investasi yang lebih besar dalam pengukuran dan pemantauan spesies air tawar diperlukan untuk memastikan bahwa tindakan konservasi dan perencanaan penggunaan air didasarkan pada informasi terbaru,” katanya.

Sekitar 10?ri semua spesies di dunia bergantung pada ekosistem air tawar.

Studi ini menyoroti empat kelompok utama yang paling terkait dengan air tawar, yaitu dekakoda, odonata, moluska, dan ikan. 

Dekakoda adalah kelompok krustasea yang mencakup kepiting, lobster, udang karang, udang, dan rajungan.

Sekitar 30?ri spesies dekakoda air tawar terancam punah, terutama akibat pencemaran dari aktivitas pertanian.

Pestisida yang digunakan untuk membasmi serangga juga berdampak buruk pada kepiting dan udang yang hidup di sungai dan danau. 

Odonata, kelompok serangga yang mencakup capung dan capung jarum, menghabiskan sebagian besar hidupnya dalam bentuk larva di air tawar.

Mereka sangat rentan terhadap kehilangan habitat, dengan lebih dari setengah spesies yang terancam punah akibat konversi lahan basah menjadi lahan pertanian.

Sementara itu, informasi mengenai moluska air tawar seperti siput, remis, dan tiram masih kurang tersedia.

Namun, penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa sekitar sepertiga dari mereka juga berada dalam bahaya kepunahan.

Karena ekosistem air tawar yang luas dan saling terhubung, upaya untuk menghentikan penurunan populasi spesies air tawar bukanlah hal yang mudah. 

Kerja sama antara berbagai pihak dan negara sangat penting untuk memberi peluang bagi spesies seperti kepiting, capung, dan hewan air tawar lainnya untuk bertahan hidup. 

Baca juga: Dinyatakan Punah 70 Tahun Lalu, Cheetah Muncul Lagi di Hutan India

Baca juga: Inilah Jenis-jenis Harimau Asli Indonesia, Harimau Sumatera Kini Berstatus Hampir Punah

Baca juga: Manusia Sebabkan 1.400 Spesies Burung Punah, Kok Bisa?

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Seperempat Spesies Air Tawar di Dunia Terancam Punah",

 

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved