Minggu, 3 Mei 2026

Tahukah Anda

Berapa Lama dan Seberapa Jauh Seseorang Bisa Berlari Tanpa Berhenti?

Banyak orang merasa kesulitan untuk berlari sejauh 1 kilometer, sedangkan yang lain bisa dengan mudah menyelesaikan lari 10 kilometer. 

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
pexels.com
LARI JARAK JAUH - Ilustrasi lari maraton saat sejumlah orang berlari. Manusia memiliki sejumlah karakteristik yang membuat ia unggul dalam lari jarak jauh. 

PROHABA.CO -  Banyak orang merasa kesulitan untuk berlari sejauh 1 kilometer, sedangkan yang lain bisa dengan mudah menyelesaikan lari 10 kilometer. 

Berlari adalah salah satu aktivitas fisik yang sangat populer di kalangan masyarakat.

Namun, seberapa jauh dan berapa lama seseorang dapat berlari tanpa henti menjadi pertanyaan menarik dan sering kali menjadi tantangan tersendiri bagi para pelari.

Dari mereka yang hanya mampu menyelesaikan satu mil hingga pelari yang bisa menempuh jarak ekstrem, fenomena ini mengundang rasa ingin tahu khususnya mengenai batas kemampuan manusia.

Ada juga yang berani mengikuti “ultramarathon”, perlombaan yang melebihi jarak maraton standar 42,2 kilometer. 

Namun, seberapa jauh sebenarnya manusia bisa berlari sebelum benar-benar harus berhenti?

Untuk menjawab pertanyaan ini, kita harus mendefinisikan apa yang dimaksud dengan “berhenti”.

Dean Karnazes memegang rekor tidak resmi sebagai pelari dengan jarak terjauh tanpa tidur, yaitu 563 km dalam waktu tiga setengah hari pada tahun 2005.

Sementara itu, pada tahun 2023, pelari ultra Harvey Lewis mencetak rekor dalam perlombaan “backyard ultra”, di mana peserta harus menyelesaikan lintasan sepanjang 6,7 km setiap jam.

Lewis berhasil berlari selama 108 jam atau sekitar 4,5 hari, menempuh total 724 km dengan hanya beristirahat beberapa menit setiap jamnya sebelum kembali lagi berlari.

Karena pelari ultramarathon sering mengambil jeda singkat untuk berjalan, makan, mengikat tali sepatu, ke toilet, atau bahkan tidur tergantung durasi lomba, tidak ada rekor resmi untuk lari terjauh tanpa henti sama sekali.

Namun, jika rekor tersebut ada, faktor biologis seperti kebutuhan untuk buang air kemungkinan menjadi batasan terbesar.

“Saya pikir buang air kecil akan menjadi faktor pembatas utama,” kata Jenny Hoffman, seorang fisikawan di Universitas Harvard dan pelari ultra.

Hoffman sendiri memegang rekor dunia sebagai wanita dengan waktu tercepat menyeberangi Amerika Serikat dengan berjalan kaki, yang ia selesaikan dalam 47 hari, 12 jam, dan 35 menit. 

Baca juga: Jika Ingin Berjalan, Seberapa Jauh Orang Bisa Berjalan di Bumi Tanpa Melintasi Laut?

Baca juga: Berlari Lambat Jadi Kunci Hidup yang Lebih Sehat, Ini Penjelasannya

Keunggulan fisik

Manusia memiliki sejumlah karakteristik yang membuat kita unggul dalam lari jarak jauh.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved