Jumat, 29 Mei 2026

Kesehatan

Ketahuilah Efek Samping dari Minum Paracetamol Berlebihan, Apa Saja? 

paracetamol yang dikonsumsi dalam jumlah berlebihan atau terlalu sering juga bisa menyebabkan efek samping pada kesehatan.

Tayang:
Editor: Misran Asri
istimewa
Ilustrasi obat sirup paracetamol 

Adapun dikutip dari British Liver Trust, berikut gejala kerusakan hati yang disebabkan oleh overdosis paracetamol: 

* Warna kuning pada mata atau kulit  
* Gula darah rendah 
* Berkeringat 
* Menjadi mudah tersinggung 
* Menjadi lebih kikuk atau kurang terkoordinasi dari biasanya
* Mual 
* Muntah 
* Merasa sangat lelah (kelelahan) 
* Sakit di perut. 

efek_parasetamol
Ilustrasi paracetamol - Efek samping terlalu banyak konsumsi paracetamol, salah satunya memicu kerusakan hati dan gagal ginjal.(PIXABAY/PEXELS)

2. Gagal ginjal 

Pada kasus yang jarang terjadi, paracetamol yang dikonsumsi secara berlebihan bisa menyebabkan gagal ginjal. 

Pasalnya, pada dosis terapi 500 mg-2 gram, sebanyak 5-15 persen obat ini umumnya dikonversi oleh enzim sitokrom P450 dalam hati menjadi metabolit reaktifnya yang disebut N-acetyl-p-benzoquinoneimine (NAPQI). 

Proses itu disebut sebagai aktivasi metabolik dan dalam hal ini NAPQI berperan sebagai radikal bebas yang memiliki hidup yang sangat singkat. 

Zullies mengatakan, meski metabolisme paracetamol melalui ginjal tidak begitu berperan, namun jalur aktivasi metabolik ini terdapat pada ginjal dan penting secara toksikologi. 

Dalam keadaan normal, NAPQI akan didetoksikasi secara cepat oleh enzim glutation dari hati. 

Glutation mengandung gugus sulfhidril yang akan mengikat secara kovalen radikal bebas NAPQI dan menghasilkan konjugat sistein. 

Adapun sebagian lainnya akan diasetilasi menjadi konjugat asam merkapturat, yang kemudian keduanya dapat diekskresikan melalui urine. 

Baca juga: 6 Merk Kopi Sachet yang Mengandung Paracetamol dan Sildenafil, Hati-hati Bisa Membahayakan Tubuh

"Pada paparan paracetamol overdosis, jumlah dan kecepatan pembentukan NAPQI melebihi kapasitas hati dan ginjal untuk mengisi ulang cadangan glutation yang diperlukan," ujar dia. 

"NAPQI kemudian menyebabkan kerusakan intraseluler diikuti nekrosis (kematian sel) hati dan bisa juga menyebabkan kegagalan ginjal (walaupun lebih jarang kejadiannya)," tambahnya. 

3. Autisme, ADHD, dan asma 

Meskipun umumnya penggunaan paracetamol selama kehamilan dianggap aman, namun beberapa penelitian menunjukkan hasil berbeda. 

Dilansir dari Kompas.com (11/9/2023), sebuah penelitian menemukan bahwa ibu hamil yang menggunakan paracetamol lebih mungkin memiliki anak yang menderita asma pada usia 3 tahun. 

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved