Jumat, 8 Mei 2026

Berita Internasional

Viral, Aksi Free Aceh, Maluku, Papua di Forum PBB, Ini Jawaban Pemerintah 

Selebaran bernada separatis itu ditanggapi oleh pemerintah Indonesia sebagai tindakan provokasi. 

Tayang:
Editor: Misran Asri
TRIBUNNEWS.COM/DANANG
PENJELASAN KEMLU - Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI Rolliansyah Soemirat di Kantor Kemlu RI, Jakarta, Kamis (24/4/2025). Ia menanggapi beredarnya video viral yang memperlihatkan beberapa orang mengenakan pakaian adat, membawa kertas bertuliskan ‘Free Maluku’, ‘Free Papua’, dan ‘Free Aceh’ saat hadir jelang sidang Forum Tetap Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Isu-Isu Adat. 

Selebaran bernada separatis itu ditanggapi oleh pemerintah Indonesia sebagai tindakan provokasi. 

PROHABA.CO, JAKARTA — Sebuah video, yang menampilkan sekelompok individu mengacungkan kertas bertuliskan “Free Aceh”, “Free Papua”, dan “Free Maluku” di United Nations Permanent Forum on Indigenous Issues (UNPFII) ke-24 pada Senin (21/4/2025), viral di media sosial. 

Dalam video tersebut, selebaran bernada separatis itu ditanggapi oleh pemerintah Indonesia sebagai tindakan provokasi. 

Dengan segera, petugas keamanan forum, yang telah mendapat laporan, menyita kertas-kertas tersebut dan memberikan peringatan untuk tidak melakukan hal demikian. 

“Saat ini kita sudah melaporkan ke security PBB, langsung digrebek,” kata perekam video tersebut. 

Respons Pemerintah Indonesia 

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Roy Soemirat, menyatakan bahwa insiden tersebut merupakan bentuk penyalahgunaan forum internasional oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. 

“Forum tersebut adalah ruang diskusi antarnegara untuk memberdayakan masyarakat adat.

Sayangnya, ada oknum yang memanfaatkan kesempatan untuk melakukan tindakan yang bertentangan dengan penyelenggaraan forum itu sendiri,” kata Roy, Kamis (24/4/2025). 

Ia juga menganggap sekelompok individu yang dimaksud hanya mencari sensasi dan tidak menunjukkan etika yang baik di sebuah forum internasional. 

Forum PBB
United Nations Permanent Forum on Indigenous Issues (UNPFII) di New York pada 17 April 2023.(HANDOUT)

"Jadi ketika ada orang-orang pencari sensasi yang melakukan hal-hal tersebut, sudah jelas-jelas itu melakukan tindakan yang menyalahgunakan forum dan mungkin dapat dikatakan sebagai orang-orang yang tidak bertanggung jawab atau bahkan tidak memiliki etika sama sekali," ujarnya. 

Roy menegaskan, UNPFII adalah forum resmi di bawah naungan PBB yang ditujukan bagi negara-negara anggota untuk bertukar pandangan tentang pemberdayaan masyarakat adat, dengan tetap menjunjung tinggi kedaulatan setiap negara. 

Baca juga: Dalam Dua Hari. 10 Kamp Penambang Emas di Papua Tengah Dibakar oleh Puluhan Orang

Menurutnya, kehadiran peserta dari kalangan organisasi non-pemerintah (NGO) seperti pada video viral tersebut memang diperbolehkan, tetapi tetap harus tunduk pada aturan dan etika internasional. 

“PBB sendiri bertindak cepat. Mereka langsung menyita materi-materi yang digunakan untuk aksi tersebut dan memberikan peringatan kepada semua delegasi agar tidak menyalahgunakan forum ini,” tambah Roy. 

Diketahui, sidang UNPFII bertujuan mengidentifikasi praktik terbaik dalam pemberdayaan masyarakat adat dan membahas tantangan-tantangan yang dihadapi. 

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved