Kamis, 28 Mei 2026

Berita Internasional

Mojtaba Khamenei Terpilih Jadi Pemimpin Tertinggi Iran, Ini Sosoknya

Mojtaba Khamenei muncul sebagai calon terkuat untuk posisi Pemimpin Tertinggi Iran menyusul kematian mendadak Ayatollah Ali Khamenei akibat serangan

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
WIKIMEDIA COMMONS via WION | Handover/Saudi Gazette  
PEMIMPIN IRAN - Mojtaba Khamenei,(kiri) putra kedua dari Ayatollah Ali Khamenei, dikabarkan telah terpilih sebagai Pemimpin Tertinggi Iran yang baru. Mojtaba Khamenei Terpilih Jadi Pemimpin Tertinggi Iran, Ini Sosoknya 

Ringkasan Berita:
  • Mojtaba Khamenei muncul sebagai kandidat terkuat Pemimpin Tertinggi Iran setelah kematian ayahnya, Ali Khamenei, dalam serangan Amerika–Israel pada 28 Februari 2026.
  • Pemilihan sedang dibahas oleh Assembly of Experts, sementara dukungan kuat datang dari Islamic Revolutionary Guard Corps yang memiliki pengaruh besar dalam politik dan keamanan Iran.

 

PROHABA.CO - Mojtaba Khamenei muncul sebagai calon terkuat untuk posisi Pemimpin Tertinggi Iran menyusul kematian mendadak Ayatollah Ali Khamenei akibat serangan Amerika-Israel pada 28 Februari 2026.

Penunjukan ini menegaskan dominasi politik dinasti keluarga Khamenei sekaligus memperlihatkan pengaruh kuat Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dalam arah kepemimpinan Republik Islam di tengah krisis politik dan keamanan yang melanda negara tersebut.

Kematian Ali Khamenei meninggalkan kekosongan besar di pucuk kekuasaan Iran, yang dikenal sangat tersentralisasi di bawah kendali Pemimpin Tertinggi.

Mojtaba Khamenei, 56 tahun, adalah putra pemimpin sebelumnya yang dikenal berpengaruh meski cenderung tertutup.

Ia beroperasi di balik bayang-bayang kekuasaan ayahnya, mengelola beberapa aspek militer dan keamanan melalui hubungan dekat dengan IRGC, yang kini diyakini menjadi pendukung utama penunjukannya.

Proses Pemilihan Pemimpin Tertinggi

Majelis Ahli, badan konstitusional yang beranggotakan 88 ulama senior Syiah dan dipilih melalui pemilu publik, bertanggung jawab secara resmi untuk memilih, mengawasi, dan memberhentikan Pemimpin Tertinggi.

Majelis mengadakan pertemuan pada 3 Maret 2026 untuk membahas suksesi.

Menurut tiga pejabat Iran yang mengetahui jalannya pembahasan, Mojtaba Khamenei muncul sebagai kandidat terkuat. 

Para ulama sempat mempertimbangkan pengumuman resmi pada pagi hari 4 Maret, tetapi beberapa anggota majelis khawatir pengumuman itu bisa membuat Mojtaba menjadi target serangan Amerika Serikat atau Israel.

Mereka berbicara secara anonim karena isu ini bersifat sangat sensitif.

Israel diketahui menyerang sebuah bangunan di Qum, salah satu pusat kekuasaan Syiah tempat Majelis Ahli dijadwalkan bertemu, tetapi bangunan itu kosong saat serangan terjadi, menurut kantor berita Fars yang berafiliasi dengan IRGC.

Insiden ini menambah ketegangan dan menyoroti risiko tinggi yang dihadapi calon pemimpin baru.

Baca juga: Imam Ali Khamenei Syahid, IRGC Siap Balas Dendam Serangan AS-Israel 

Analisis dan Dampak Politik

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved