Berita Internasional
Mojtaba Khamenei Terpilih Jadi Pemimpin Tertinggi Iran, Ini Sosoknya
Mojtaba Khamenei muncul sebagai calon terkuat untuk posisi Pemimpin Tertinggi Iran menyusul kematian mendadak Ayatollah Ali Khamenei akibat serangan
Ringkasan Berita:
- Mojtaba Khamenei muncul sebagai kandidat terkuat Pemimpin Tertinggi Iran setelah kematian ayahnya, Ali Khamenei, dalam serangan Amerika–Israel pada 28 Februari 2026.
- Pemilihan sedang dibahas oleh Assembly of Experts, sementara dukungan kuat datang dari Islamic Revolutionary Guard Corps yang memiliki pengaruh besar dalam politik dan keamanan Iran.
PROHABA.CO - Mojtaba Khamenei muncul sebagai calon terkuat untuk posisi Pemimpin Tertinggi Iran menyusul kematian mendadak Ayatollah Ali Khamenei akibat serangan Amerika-Israel pada 28 Februari 2026.
Penunjukan ini menegaskan dominasi politik dinasti keluarga Khamenei sekaligus memperlihatkan pengaruh kuat Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dalam arah kepemimpinan Republik Islam di tengah krisis politik dan keamanan yang melanda negara tersebut.
Kematian Ali Khamenei meninggalkan kekosongan besar di pucuk kekuasaan Iran, yang dikenal sangat tersentralisasi di bawah kendali Pemimpin Tertinggi.
Mojtaba Khamenei, 56 tahun, adalah putra pemimpin sebelumnya yang dikenal berpengaruh meski cenderung tertutup.
Ia beroperasi di balik bayang-bayang kekuasaan ayahnya, mengelola beberapa aspek militer dan keamanan melalui hubungan dekat dengan IRGC, yang kini diyakini menjadi pendukung utama penunjukannya.
Proses Pemilihan Pemimpin Tertinggi
Majelis Ahli, badan konstitusional yang beranggotakan 88 ulama senior Syiah dan dipilih melalui pemilu publik, bertanggung jawab secara resmi untuk memilih, mengawasi, dan memberhentikan Pemimpin Tertinggi.
Majelis mengadakan pertemuan pada 3 Maret 2026 untuk membahas suksesi.
Menurut tiga pejabat Iran yang mengetahui jalannya pembahasan, Mojtaba Khamenei muncul sebagai kandidat terkuat.
Para ulama sempat mempertimbangkan pengumuman resmi pada pagi hari 4 Maret, tetapi beberapa anggota majelis khawatir pengumuman itu bisa membuat Mojtaba menjadi target serangan Amerika Serikat atau Israel.
Mereka berbicara secara anonim karena isu ini bersifat sangat sensitif.
Israel diketahui menyerang sebuah bangunan di Qum, salah satu pusat kekuasaan Syiah tempat Majelis Ahli dijadwalkan bertemu, tetapi bangunan itu kosong saat serangan terjadi, menurut kantor berita Fars yang berafiliasi dengan IRGC.
Insiden ini menambah ketegangan dan menyoroti risiko tinggi yang dihadapi calon pemimpin baru.
Baca juga: Imam Ali Khamenei Syahid, IRGC Siap Balas Dendam Serangan AS-Israel
Analisis dan Dampak Politik
Mojtaba Khamenei
Ayatollah Ali Khamenei
Anak Ayatollah Ali Khamenei
Pemimpin Tertinggi Iran
Iran
Prohaba.co
Prohaba
| Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani Dilempari Bahan Peledak |
|
|---|
| Pemeriksaan Diperketat, Singapura Tolak 45.700 Kunjungan Wisatawan Asing |
|
|---|
| Uni Eropa Siap Kerahkan Militer Bantu Denmark, Terkait Ambisi AS Ingin Menguasai Greenland |
|
|---|
| Wali Kota di Jepang Maki Takubo Mundur dari Jabatannya, Ketahuan Pakai Ijazah Palsu |
|
|---|
| Viral, Aksi Free Aceh, Maluku, Papua di Forum PBB, Ini Jawaban Pemerintah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/Mojtaba-Khameneikiri-putra-kedua-dari-Ali-Khamenei.jpg)