Kamis, 28 Mei 2026

Berita Internasional

Mojtaba Khamenei Terpilih Jadi Pemimpin Tertinggi Iran, Ini Sosoknya

Mojtaba Khamenei muncul sebagai calon terkuat untuk posisi Pemimpin Tertinggi Iran menyusul kematian mendadak Ayatollah Ali Khamenei akibat serangan

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
WIKIMEDIA COMMONS via WION | Handover/Saudi Gazette  
PEMIMPIN IRAN - Mojtaba Khamenei,(kiri) putra kedua dari Ayatollah Ali Khamenei, dikabarkan telah terpilih sebagai Pemimpin Tertinggi Iran yang baru. Mojtaba Khamenei Terpilih Jadi Pemimpin Tertinggi Iran, Ini Sosoknya 

Profesor Vali Nasr, pakar Iran dan Islam Syiah dari Universitas Johns Hopkins, menilai pemilihan Mojtaba sebagai langkah strategis yang mengejutkan dan signifikan.

“Dia telah lama dijadwalkan menjadi pengganti, tetapi dua tahun terakhir sepertinya hilang dari radar.

Jika dia terpilih, ini menunjukkan sisi rezim Garda Revolusi yang lebih keras kini memegang kendali,” kata Prof. Nasr.

Mojtaba Khamenei dikenal memiliki hubungan sangat dekat dengan IRGC, yang menjadi institusi dominan dalam struktur keamanan dan politik Iran.

Mehdi Rahmati, seorang analis di Tehran, menambahkan bahwa meski penunjukan ini akan mendapatkan dukungan dari pendukung pemerintah, sebagian masyarakat kemungkinan akan bereaksi negatif dan keras, menimbulkan potensi backlash.

“Namun pendukung pemerintah akan melihatnya sebagai kelanjutan penguasa yang mereka anggap sebagai syahid dan akan mendukungnya dengan cepat,” kata Rahmati.

Namun lawan pemerintah juga akan melihatnya sebagai kelanjutan rezim, yang dalam beberapa bulan terakhir membunuh ratusan pengunjuk rasa.

Selain Mojtaba, kandidat lain yang masuk dalam daftar finalis adalah Ayatollah Alireza Arafi, seorang ulama dan pakar hukum yang menjadi bagian dari dewan transisi tiga orang setelah kematian Ali Khamenei, dan Hassan Khomeini, cucu pendiri Revolusi Islam, Ayatollah Ruhollah Khomeini.

Kedua kandidat ini lebih condong ke faksi moderat atau reformis yang kini terpinggirkan dalam sistem politik Iran.

Abdolreza Davari, seorang politisi yang dekat dengan Mojtaba Khamenei, mengatakan dalam pernyataan publik dan wawancara dengan The New York Times bahwa jika Khamenei menggantikan ayahnya, ia bisa muncul sebagai figur seperti pemimpin Arab Saudi Mohammed bin Salman.

“Dia sangat progresif dan akan menyingkirkan garis keras,” kata Davari dalam pesan teks sebelum perang. “Lihat penunjukannya sebagai pergantian kulit.”

Pada 4 Maret, dalam konferensi pers di Washington, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa banyak orang yang sebelumnya dianggap sebagai calon pemimpin Iran telah tewas sejak serangan Amerika-Israel dimulai pada 28 Februari.

“Segera kita tidak akan mengenal siapa pun lagi,” katanya.

Ini akan menjadi kali kedua majelis tersebut memilih pemimpin baru dalam sejarah 47 tahun Republik Islam.

Pada 1989, majelis memilih Ali Khamenei, menyerahkan kendali pada teokrasi yang baru dibentuk.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved