Rabu, 6 Mei 2026

Program MBG

Program MBG di Sumatera Selatan Dihentikan Sementara, Ini Alasannya

Program MBG di Sumatera Selatan ini harus dihentikan sementara setelah ratusan siswa dilarikan ke rumah sakit setelah terindikasi keracunan makanan

Tayang:
Penulis: Achmad Erfian Nabila | Editor: Jamaluddin
TRIBUNNEWS/DOK WARGA
KERACUNAN MBG - Puluhan murid sekolah dasar (SD) dilarikan ke rumah sakit setelah diduga keracunan makanan program MBG di Kabupaten Penukal Abab Pematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan pada Senin (5/5/2025). 

Kabar pemberhentian sementara Program MBG ini disampaikan Wakil Bupati PALI, Iwan Tuaji, melalui pesan singkat.

PROHABA.COProgram makan bergizi atau MBG kembali bermasalah setelah ratusan siswa mulai dari PAUD hingga SMA mengalami keracunan.

Imbas dari kejadian itu, program makan bergizi gratis yang dilaksanakan di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, tersebut terpaksa dihentikan sementara.

Kabar pemberhentian sementara Program MBG ini disampaikan Wakil Bupati PALI, Iwan Tuaji, melalui pesan singkat. 

“Untuk sementara, pihak kateringnya menyetop dulu hari ini, mudah-mudahan kalau sudah selesai besok melayani MBG lagi,” ujar Iwan, Selasa (6/5/2025). 

Iwan menjelaskan, siswa mengalami mual dan muntah serta terindikasi mengalami keracunan setelah memakan makanan program MBG.

Namun, mereka masih menunggu hasil lab untuk memastikan penyebab kejadian tersebut.

“Kalau indikasi keracunan iya, tapi hasil labnya belum keluar,” ujarnya dikutip dari Kompas.com

Menurut Iwan, total siswa yang mengalami keracunan tersebut mencapai 173 orang.

Baca juga: Tragedi di Musi Rawas Sumsel, 3 Anggota Keluarga Tewas Diduga Keracunan Asap Genset

Baca juga: Siswa di Tasikmalaya Diduga Keracunan MBG Capai 400 Orang, Kadisdikbud: Sudah Turunkan Tim

Baca juga: Puluhan Anak di Bantul Keracunan Massal Usai Makan Takjil Rice Bowl

Mereka yang terindikasi keracunan juga sudah menjalani perawatan di RSUD Talang Ubi, PALI, sejak kemarin.

“Dari 173 anak yang dirawat, tinggal 11 anak-anak yang rawat inap.

Insya Allah setelah dilakukan tindakan medis, mereka hari ini kemungkinan pulang dan beraktivitas seperti biasa,” ungkap Iwan. 

Sebelumnya, sebanyak 64 murid SD mengalami keracunan.

Namun, berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumatera Selatan yang terbaru, jumlah murid yang keracunan sudah mencapai 121 orang.

Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan Sumatera Selatan, Dedi Irawan, mengatakan, 121 murid yang diduga mengalami keracunan tersebut mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-kanak (TK), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved