Rabu, 20 Mei 2026

Kesehatan

Orang Indonesia Malas Jalan Kaki, Mengapa? Ini Alasannya

masyarakat Indonesia menjadi penduduk yang paling malas jalan kaki bukan hal yang mengejutkan lagi, namun ada beberapa alasan yang menyebabkan hal ini

Tayang:
Penulis: Cut Bintu Jabbabirah | Editor: Jamaluddin
FREEP!K
WARGA JALAN KAKI - Ilustrasi masyarakat luar negeri terutama orang Eropa yang terbiasa berjalan kaki dan memiliki fasilitas yang nyaman dan mendukung bagi pejalan kaki yang berbanding terbalik dengan Indonesia. 

Hal ini berbeda dengan Indonesia.

Kurangnya ruang publik yang aman dan nyaman untuk pejalan kaki.

Kira-kira kalau ini permasalahannya, apakah masyarakat Indonesia yang harus disalahkan?

2. Polusi udara 

Di Indonesia, polusi udara disebabkan oleh banyak hal seperti kendaraan bermotor, pembakaran bahan bakar fosil seperti minyak bumi di kendaraan bermotor menghasilkan emisi gas buang, seperti karbon monoksida (CO) , pembangkit listrik, pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) yang menggunakan bahan bakar batubara merupakan sumber utama pencemaran udara di Indonesia.

Industri: pabrik-pabrik, dan fasilitas industri menghasilkan polutan melalui proses pembakaran dan produksi. 

Pertanian: Penggunaan pestisida untuk pertumbuhan tanaman dapat mencemari udara. 

Pembakaran hutan dan lahan dapat menjadi sumber polusi udara. 

Pembakaran sampah rumah tangga dan limbah berkontribusi terhadap polusi udara. 

Aktivitas domestik seperti penggunaan pemanas ruangan dan energi yang digunakan untuk memasak di rumah tangga berkontribusi terhadap polusi udara.

Pertambangan dan penggalian, polutan yang dihasilkan terutama adalah debu.

Polusi udara dapat bersumber dari aktivitas manusia maupun secara alamiah.

Polusi udara juga dapat berupa polutan primer atau polutan sekunder. 

Karena Udara yang penuh dengan asap kendaraan, debu, dan partikel polutan lain, semakin membuat orang Indonesia malas berjalan kaki.

Sedangkan di Eropa, seperti dikutip dari European Environment Agency, mereka sudah mengajukan 'Kesepakatan Hijau Eropa' sebagai prioritas pertama dari Ursula von der Leyen, Presiden terpilih Komisi Eropa. 

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved