Sabtu, 25 April 2026

Berita Bireuen

Angin Kencang Terjang Bireuen, 7 Ruko di Simpang Matang, 6 Rumah Serta 1 Bengkel Rusak

Musibah angin kencang disertai hujan deras melanda sejumlah wilayah di Bireuen pada Sabtu (7/6/2025) sore, menyebabkan kerusakan signifikan pada enam

Editor: Muliadi Gani
ISTIMEWA
ANGIN KENCANG - Tujuh ruko di Simpang Matang, kawasan Desa Matang Jareung, Kecamatan Samalanga Bireuen, rusak diterbangkan angin, Sabtu (7/6/2025) sore. 

Laporan Yusmandin Idris I Bireuen

PROHABA.CO, BIREUEN –  Musibah angin kencang disertai hujan deras melanda sejumlah wilayah di Bireuen pada Sabtu (7/6/2025) sore, menyebabkan kerusakan signifikan pada enam rumah dan tujuh unit ruko mengalami kerusakan. 

Peristiwa ini juga mengakibatkan satu usaha bengkel ikut rusak akibat terjangan angin kencang tersebut.

Musibah ini mengakibatkan kerusakan sangat parah pada sejumlah bangunan di beberapa kecamatan.

Melansir informasi yang diperoleh Serambinews.com menyebutkan, tujuh ruko milik warga di Desa Matang Jareung, kawasan Simpang Matang, Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen, rusak berat. 

Atap bangunan tersebut diterbangkan angin, dan sebagian besar mengalami kerusakan di bagian loteng.

Kepala Pelaksana BPBD Bireuen, Afwadi BA melalui stafnya, Irwandi, menyampaikan bahwa selain tujuh ruko, terdapat enam rumah warga dan satu usaha bengkel yang juga rusak akibat terjangan angin.

BPBD Bireuen telah melakukan pendataan serta membantu membersihkan puing dan dahan pohon di lokasi terdampak.

Kapolres Bireuen, AKBP Tuschad Cipta Herdani SIK MMed Kom melalui Kapolsek Samalanga, Iptu Budiono SE MM, menjelaskan bahwa ketujuh ruko yang rusak berada di satu deret bangunan di Desa Matang Jareung.

Baca juga: Bangunan Sekolah SDIT Darul Mukhlisin di Aceh Tamiang Dihantam Angin Kencang, Atap Berterbangan

Ruko tersebut milik Mirza Putra (37), Muklidar Ku (39), Bukhari (40), Junaidi (45), Fauzi (20), Mahda (35), dan Mirza Putra (50).

Beberapa atap ruko diterbangkan angin ke samping dan belakang dan kerusakan juga terjadi pada bagian langit-langit.

Akibat kerusakan tersebut, para pemilik ruko terpaksa mengungsi dan bermalam di rumah keluarga mereka.

Ketua PMI Samalanga, Faisal, menyebutkan bahwa ruko-ruko tersebut digunakan untuk berbagai jenis usaha, antara lain apotek, toko kelontong, usaha aluminium, nasi goreng, hingga servis elektronik.

Para pemilik usaha mengalami kerugian yang ditaksir mencapai puluhan juta rupiah, dan aktivitas mereka terhenti total.

Mereka berharap ada bantuan dari pemerintah atau dinas terkait untuk pemulihan usaha.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved