Jumat, 1 Mei 2026

Kontroversi Pesta Ultah Lamine Yamal Terancam Kasus Hukum dan Denda

Lamine Yamal, bintang muda klub sepak bola Barcelona, tengah menjadi sorotan publik setelah merayakan ulang tahunnya

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
Foto: Dok. Instagram/@lamineyamal
ULANG TAHUN - Lamine Yamal, bintang muda klub sepak bola Barcelona, tengah menjadi sorotan publik setelah merayakan ulang tahunnya yang ke-18 dengan pesta mewah di kawasan Pantai Mediterania.  

PROHABA.CO - Lamine Yamal, bintang muda klub sepak bola Barcelona, tengah menjadi sorotan publik setelah merayakan ulang tahunnya yang ke-18 dengan pesta mewah di kawasan Pantai Mediterania. 

Perayaan yang semula direncanakan sebagai momen bahagia itu kini tersandung dugaan pelanggaran etika dan hukum yang memicu kontroversi.

Dalam pesta yang dihadiri sekitar 200 tamu tersebut, Yamal tampil mencolok dengan setelan jas putih, mawar merah di kerah, kacamata hitam, dan tongkat.

Ia juga memakai kalung berlian senilai senilai £300.000 sekitar Rp6,5 miliar, hadiah dari rapper asal Dominika, El Alfa.

Para tamu undangan termasuk rekan-rekannya di Barcelona seperti Gavi dan Alejandro Balde, serta sejumlah musisi terkenal seperti Bizarrap, Duki, Ozuna, dan Bad Gyal.

Namun, kegembiraan pesta berubah menjadi kontroversi ketika Claudio Calvo, model dan Miss Teenager Spanyol 2021 serta Miss Teenager Eropa 2022, mengungkapkan bahwa ia diminta hadir sebagai bagian dari kelompok wanita bayaran yang disiapkan untuk pesta tersebut. 

“Mereka menawarkan bayaran hingga 20.000 euro untuk tersedia selama 24 jam.

Mereka juga meminta gadis-gadis pirang dengan ukuran dada tertentu,” ungkap Calvo, sembari menyebut bahwa ia akhirnya menolak ikut setelah membaca daftar tuntutan yang ia nilai tidak pantas.

Tak hanya itu, Calvo juga menuding bahwa panitia pesta merekrut orang-orang dengan kondisi dwarfisme (manusia bertubuh kecil) sebagai bagian dari hiburan.

Baca juga: Simone Inzaghi Puji Lamine Yamal, Bakat yang Lahir 50 Tahun Sekali

Baca juga: AC Milan Buru Striker, Patrik Schick Masuk Radar Allegri, Ini Profilnya

Hal ini langsung memicu kecaman dari berbagai pihak, termasuk dari Asosiasi Orang dengan Achondroplasia dan Displasia Skeletal Lainnya (ADEE).

Dalam pernyataan resminya, ADEE yang tergabung dalam Konfederasi Spanyol Penyandang Disabilitas Fisik dan Organik (COCEMFE) menegaskan bahwa tindakan tersebut adalah bentuk penghinaan terhadap martabat manusia.

“Tidak dapat diterima jika di abad ke-21, orang-orang dengan dwarfisme masih digunakan sebagai hiburan di pesta pribadi.

Terlebih jika hal ini melibatkan figur publik,” ujar Presiden ADEE, Carolina Puente.

ADEE menyatakan akan mengambil langkah hukum dan sosial guna menjaga martabat komunitas penyandang disabilitas.

Mereka menilai perbuatan tersebut tak hanya melanggar kode etik sosial, namun juga bisa melanggar undang-undang yang berlaku di Spanyol.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved