Kamis, 18 Juni 2026

20 Tahun Perdamaian Aceh

Masa Damai Aceh Terpanjang di Dunia, Pernyataan Mualem pada Peringatan 2 Dekade Damai Aceh

Perdamaian antara Pemerintah Republik Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang ditandatangani di Helsinki, Finlandia pada 15 Agustus 2005

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
BIRO ADPIM SETDA ACEH
PERINGATAN 20 TAHUN DAMAI ACEH - Gubernur Aceh Muzakir Manaf, bersama Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, SE, Forkopimda Aceh, Tokoh Perdamaian Aceh, LSM/NGO beserta tamu undangan lainnya, melepas burung merpati sebagai simbol perdamaian pada acara Peringatan 2 Dekade (20 Tahun) Damai Aceh di Balee Meuseuraya Aceh (BMA), Banda Aceh, Jum'at, (15/8/2025). 

PROHABA.CO, BANDA ACEH – Perdamaian antara Pemerintah Republik Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang ditandatangani di Helsinki, Finlandia pada 15 Agustus 2005 kini telah genap berusia dua dekade.

Momentum bersejarah ini menjadikan Aceh sebagai wilayah dengan masa damai terpanjang di dunia setelah konflik bersenjata.

Peringatan Dua Dekade Hari Damai Aceh berlangsung khidmat di Balai Meuseuraya Aceh, Banda Aceh, Jumat (15/8/2025).

Dalam sambutannya, Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau akrab disapa Mualem, menegaskan bahwa 20 tahun merupakan masa perdamaian terpanjang di dunia.

Ini adalah waktu perdamaian terpanjang yang pernah ada jika dibandingkan dengan perdamaian di negara lain,” ujar pria yang akrab disapa Mualem itu.

Selanjutnya, Mualem mencontohkan beberapa perjanjian perdamaian yang hanya berusia seumur jagung di sejumlah belahan dunia.

Seperti konflik antara India dan Kashmir, konflik thailand dengan Pattani, konflik Filipina dengan Bangsamoro, serta sejumlah konflik lainnya.

Bahkan, dalam rentang 20 tahun terakhir, Aceh bertransformasi menjadi wilayah yang aman dan demokratis, salah satu daerah teraman di Indonesia.

Mualem meyakini, suasana kondusif ini menjadi fondasi penting bagi pembangunan. Dalam sambutannya, Mualem mengungkapkan, dalam rentang waktu yang panjang ini, meski butir-butir perjanjian perdamaian (MoU Helsinki) belum seluruhnya ditepati oleh pemerintah pusat, tetapi para kombatan GAM tetap menjalankan perdamaian dengan ikhlas.

Baca juga: RSUDZA Peringati 20 Tahun Hari Damai Aceh

“Dalam rentang waktu dua dekade ini, kita menjalani perdamaian dengan ikhlas.

Untuk itu, kami meminta agar pemerintah pusat untuk menjalankan dan menepati seluruh butir-butur perjanjian yang kita sepakati karena saat ini baru sekitar 30 persen saja yang ditepati,” sebut Mualem.

Mantan panglima GAM itu menambahkan, selama ini para kombatan dijanjikan berbagai hal, termasuk pengadaan lahan (pertanian yang layak), tetapi hingga kini belum terealisasi.

Gubernur mengungkapkan, kendala yang kerap terjadi adalah dinamika pergantian di tingkat menteri, khususnya Menteri Pertanahan.

“Pergantian di tingkat menteri yang kerap terjadi inilah yang membuat kami harus berulang kali datang dan menjelaskan hal yang sama.” “Untuk itu, kepada temanteman kombatan, saya imbau untuk tetap bersabar.

Sebagai pimpinan, saya akan melakukan yang terbaik. Setelah ini, saya akan menghadap Presiden Prabowo untuk menyampaikan berbagai hal terkait poin-poin perdamaian yang belum diaplikasikan,” ucap Mualem.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 00:00 WIB
Portugal
Portugal
1 - 1
DR Congo
RD Kongo
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 03:00 WIB
England
Inggris
Live
Croatia
Kroasia
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ghana
Ghana
VS
Panama
Panama
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 09:00 WIB
Uzbekistan
Uzbekistan
VS
Colombia
Kolombia
Grup A - Matchday 2
Kamis, 18 Juni 2026 | 23:00 WIB
Czechia
Ceko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved