Kamis, 23 April 2026

Penangkapan Maduro

Venezuela Perintahkan Buru 'Pengkhianat' yang Bantu AS Tangkap Presiden Maduro

Dekret keadaan darurat itu dikeluarkan pada Sabtu (3/1/2026) tak lama setelah penangkapan Maduro.

Editor: Misran Asri
HO/IST
PENANGKAPAN MADURO - Presiden Venezuela Nicolas Maduro ditangkap oleh operasi militer Amerika Serikat yang bergerak dari sejumlah pangkalan militer AS, Sabtu, 3 Januari 2025. Sejumlah negara seperti China mengecam keras, sebagian pemimpin negara lainnya menyatakan mendukung AS. 

Ringkasan Berita:
  • Penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro yang dilakukan oleh militer Amerika Serikat (AS) di negara tersebut disinyalir ada 'pengkhianatan' yang dilakukan
  • Menyikapi kondisi tersebut pihak berwenang Venezuela memerintahkan untuk menemukan dan menangkap siapa pun yang terlibat dalam mendukung operasi militer Amerika Serikat di negara itu
  • Dekret keadaan darurat itu dikeluarkan pada Sabtu (3/1/2026) tak lama setelah penangkapan Maduro.

 

PROHABA.CO - Penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro yang dilakukan oleh militer Amerika Serikat (AS) di negara tersebut disinyalir ada 'pengkhianatan' yang dilakukan.

Menyikapi kondisi tersebut pihak berwenang Venezuela memerintahkan untuk menemukan dan menangkap siapa pun yang terlibat dalam mendukung operasi militer Amerika Serikat di negara itu.

Dekret keadaan darurat itu dikeluarkan pada Sabtu (3/1/2026) tak lama setelah penangkapan Maduro.

Namun dekret itu baru dipublikasikan pada Senin (5/1/2026) sebagaimana dikutip dari Reuters.

Isi dekret memerintahkan polisi untuk "segera memulai pencarian dan penangkapan nasional terhadap semua orang yang terlibat dalam promosi atau dukungan terhadap serangan bersenjata oleh Amerika Serikat."

Belum jelas dakwaan apa yang dapat dikenakan terhadap mereka yang ditahan. 

200 personel AS tangkap Maduro

Sementara itu Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth mengatakan hampir 200 pasukan AS dilibatkan untuk menangkap Presiden Maduro dan istrinya Cilia Flores. 

"Hampir 200 warga Amerika terbaik kita pergi ke Pusat Kota Caracas dan menangkap seorang individu yang didakwa dan dicari oleh keadilan Amerika," kata Pete Hegseth dikutip dari AFP.

Baca juga: Donald Trump Kecam Cina karena Batalkan Pembelian Pesawat Boeing

Sebagian besar tim Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) Venezuela Nicolas Maduro tewas dibunuh pasukan Delta Force Amerika Serikat (AS).

Hal itu terjadi di hari serangan AS di sejumlah wilayah Venezuela Sabtu (3/1/2026).  

Menteri Pertahanan Venezuela Vladimir Padrino menyatakan Paspampres Maduro tewas demi lindungi sang presiden. 

Dia tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang jumlah korban, mengutip Anadolu Agency.

Agen CIA Menyusup

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved