Rabu, 15 April 2026

Amerika dan Israel Serang Iran

Imam Ali Khamenei Syahid, IRGC Siap Balas Dendam Serangan AS-Israel 

Garda Revolusi Iran (IRGC) bersumpah akan melancarkan operasi ofensif paling dahsyat dalam sejarah militer Republik Islam Iran menyusul gugurnya

Editor: Muliadi Gani
Tangkapan layar/khamenei.ir
ALI KHAMENEI - Pemerintah Iran dan Korps Garda Revolusi Iran atau IRGC mengeluarkan pernyataan resmi atas kematian pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. (Tangkapan layar/khamenei.ir) 

Secara keseluruhan, sedikitnya 201 orang dilaporkan tewas di 24 provinsi akibat gelombang serangan terbaru.

Iran membalas Sementara itu, Iran melancarkan serangan balasan yang diklaim menargetkan aset-aset milik Israel dan Amerika Serikat di sejumlah negara Timur Tengah, termasuk Qatar, Uni Emirat Arab, Kuwait, Bahrain, Yordania, Arab Saudi, dan Irak. 

Beberapa negara di kawasan tersebut dilaporkan menutup wilayah udara mereka sebagai langkah antisipasi. 

Berkabung 40 hari

Kantor berita negara Fars melaporkan, Pemerintah Iran menetapkan 40 hari berkabung nasional atas wafatnya Ali Khamenei.

Selain itu, tujuh hari libur nasional juga diumumkan. Bagi Republik Islam Iran, kematian Khamenei disebut sebagai “hari yang berbeda” dalam sejarah negara tersebut.

Ia merupakan fi gur sentral dalam Revolusi Islam dan memainkan peran kunci sebelum maupun sesudah revolusi.

Di dalam negeri, ia dipandang sebagai sosok yang sangat berpengaruh, baik oleh para pendukungnya maupun para pengkritiknya.

Kini, media Iran menyebutnya sebagai “martir Revolusi Islam”.

Namun, hingga kini, tidak ada rincian resmi mengenai bagaimana persisnya ia tewas dalam serangan tersebut. 

Baca juga: Israel Luncurkan Serangan Rudal ke Teheran, Ledakan Besar Guncang Ibu Kota Iran

Klaim Trump dipertanyakan

Klaim Presiden Trump mengenai kematian Khamenei disebut-sebut bersumber dari informasi Israel.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan terbuka dari badan intelijen Amerika Serikat maupun Pentagon yang secara resmi mengonfi rmasi detail tersebut.

Trump juga mengisyaratkan adanya potensi pemberontakan terhadap kepemimpinan di Iran dan menyatakan harapannya akan muncul perlawanan rakyat terhadap pemerintah di Teheran.

Kantor berita Iran, Tasnim dan Fars, kemudian mengonfirmasi kematian Khamenei, meskipun detail peristiwa dan kronologi serangan belum diungkapkan secara lengkap.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved