Jumat, 24 April 2026

Konflik Amerika vs Iran

Trump Murka, Spanyol Tolak Terlibat Dalam Perang Melawan Iran Meski Diancam Putus Hubungan Dagang

Menteri Luar Negeri Spanyol, Jose Manuel Albares, menegaskan bahwa tidak ada kesepakatan apa pun dengan Washington terkait penggunaan

Editor: Misran Asri
Istimewa/Tangkapan Layar Video X/Twitter
PERDANA MENTERI SPANYOL - Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez saat berbicara di KTT NATO 

Peringatan PM Pedro Sanchez Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, mengingatkan bahwa keterlibatan dalam perang di Timur Tengah hanya akan mengulangi tragedi masa lalu. 

Ia merujuk pada Perang Irak tahun 2003 yang dinilainya sebagai kegagalan besar. 

"Dunia, Eropa, dan Spanyol pernah mengalami momen kritis seperti ini sebelumnya. 

Pada 2003, beberapa pemimpin yang tidak bertanggung jawab menyeret kita ke perang ilegal di Timur Tengah yang hanya membawa ketidak amanan dan penderitaan," ucap Sanchez lewat platform X. 

Dalam pidato televisinya, Sanchez menegaskan bahwa Spanyol berdiri di atas prinsip hukum internasional, bukan berpihak pada rezim tertentu. 

"Pertanyaannya bukan apakah kita berada di pihak para Ayatollah Iran, tidak ada yang berada di pihak mereka. Pertanyaannya adalah apakah kita mendukung perdamaian dan hukum internasional," ucap Sanchez.

Baca juga: Kapal Selam AS Tenggelamkan Kapal Perang Iran di Lepas Pantai Sri Lanka, 87 Orang Tewas

Ia juga menambahkan peringatan mengenai risiko pelanggaran hukum global. "Tidak bisa menjawab satu pelanggaran hukum dengan pelanggaran hukum lain. 

Dari situlah bencana besar bagi umat manusia biasanya dimulai," katanya. 

Sikap konsisten Spanyol ini selaras dengan posisi mereka dalam konflik di Gaza, di mana Madrid secara vokal mengkritik aksi militer Israel dan mengakui kedaulatan negara Palestina.(*)

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved