Rabu, 8 April 2026

Tsunami Aceh 2004 Disebut Konspirasi, Apa Kata Ahli?

Belakangan, muncul kabar yang mengatakan bahwa tsunami yang melumpuhkan Aceh pada 26 Desember 2004 merupakan sebuah konspirasi...

Editor: Muliadi Gani
FOTO: DOK. KEMENPAREKRAF
DIORAMA tsunami di Museum Tsunami Aceh, Jalan Iskandar Muda, Kota Banda Aceh. 

PROHABA.CO - Belakangan, muncul kabar yang mengatakan bahwa tsunami yang melumpuhkan Aceh pada 26 Desember 2004 merupakan sebuah konspirasi.

Dilansir Intisari Grid, Minggu (21/3/2021), teori ini sebenarnya sudah muncul sejak dua tahun lalu dan meluas di Internet.

Pencetus teori konspirasi tersebut adalah Jerry D Grey.

Dia menuliskan dengan judul Project Seal dan menyebarkannya di internet.

Informasi ini kemudian diunggah oleh akun instagram @knowledgethatyouneed pada 10 Maret 2021.

Dalam “Project Seal” itu dikatakan bahwa tsunami di Aceh 2004 merupakan rekayasa senjata termonuklir negara adidaya untuk tujuan tertentu.

Menanggapi kabar viral yang mengatakan tsunami Aceh pada tahun 2004 sebagai bagian dari konspirasi, ahli gempa Daryono pun tergerak untuk mengungkap tujuh faktanya.

Daryono yang juga Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meluruskan isu tersebut dengan beberapa bukti ilmiah yang sangat kuat bahwa tsunami Aceh memang dipicu oleh gempa tektonik, bukan oleh ledakan nuklir seperti isu yang beredar.

Baca juga: Masih Ada Korban Tsunami Mengaku Belum Dapat Rumah, Dilaporkan ke Ombudsman

Berikut tujuh fakta gempa Aceh 2004:

1. Data rekaman getaran Data rekaman getaran tanah dalam seismogram menunjukkan adanya rekaman gelombang badan (body) berupa gelombang P (pressure) yang tercatat tiba lebih awal dibandingkan gelombang S (shear) yang datang berikutnya, yang selanjutnya diikuti oleh gelombang permukaan (surface).

“Munculnya fase-fase gelombang body ini menjadi bukti kuat bahwa gempa dan tsunami Aceh dipicu oleh aktivitas tektonik, bukan ledakan nuklir,” kata Daryono dalam keterangan tertulisnya kepada Kompas.com.

2. Arti munculnya gelombang S Munculnya gelombang S (shear) yang kuat pada seismogram menunjukkan bahwa deformasi yang terjadi di Samudra Hindia sebelah barat Aceh pada akhir tahun 2004 itu adalah proses pergeseran (shearing) yang terjadi secara tiba-tiba pada kerak bumi akibat terjadinya patahan batuan dalam proses gempa tektonik, bukan akibat ledakan nuklir.

3. Deformasi dasar laut Deformasi dasar laut di Samudra Hindia sebelah barat Aceh pada 26 Desember 2004 adalah gempa tektonik yang dibuktikan dengan adanya variasi bentuk awal gelombang P berupa gerakan kompresi (naik) dan dilatasi (turun) pada seismogram yang tercatat di stasiun-stasiun seismik BMKG.

“Jika sumbernya ledakan nuklir, maka semua catatan seismogram di berbagai stasiun seismik diawali dengan gerakan naik (kompresi) pada gelombang P tersebut,” jelas dia.

4. Gempa tektonik tidak mendadak Gempa tektonik yang memicu tsunami Aceh tahun 2004 tidak terjadi dengan tiba-tiba, melainkan melalui proses terjadinya gempa pembuka (foreshocks) yang sudah muncul sejak tahun 2002, saat terjadi gempa Simeulue berkekuatan 7,0 SR pada 2 November 2002.

Baca juga: Sertu Palemba Korbankan Punggung Selamatkan Anak Istri Saat Gempa

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved