Tahukah Anda
Apakah di Luar Angkasa Ada Atas dan Bawah, Ini Penjelasannya
Stasiun Luar Angkasa Internasional dan Tiangong terletak sangat dekat dengan gravitasi Bumi, sekitar 400 Km di atas permukaan.
PROHABA.CO - Alam semesta sangatlah luas dan beragam, bagi manusia pernahkah membayangkan seperti apa atas dan bawah jika sedang berada di ruang angkasa?
Bagi manusia, kemampuan untuk mengorientasikan diri sangatlah penting.
Adanya gaya gravitasi sangat penting untuk menentukan arah, tetapi apa yang terjadi di luar angkasa yang tidak memiliki gravitasi?
Stasiun Luar Angkasa Internasional dan Tiangong terletak sangat dekat dengan gravitasi Bumi, sekitar 400 Km di atas permukaan.
Pada jarak yang sangat dekat dibanding dengan radius Bumi, gravitasi hampir 90 persen lebih kuat daripada di permukaan laut.
Namun, astronot di stasiun, dan satelit itu sendiri, tidak mengalaminya.
Mereka tidak menukik ke permukaan karena mereka juga bergerak sangat cepat.
Jika gravitasi Bumi tiba-tiba mati, astro akan terbang ke luar angkasa dengan garis singgung terhadap orbit.
Baca juga: Pembuatan Obat di Masa Depan Bisa Jadi di Luar Angkasa
Manusia sudah menghabiskan jutaan tahun berevolusi dalam medan gravitasi, dan kehilangan gravitasi dapat menjadi hal yang tidak mengenakkan.
Bagi banyak orang, tidak ada gravitasi akan menyebabkan disorientasi dan mual.
Kondisi di orbit dulunya disebut sebagai “gravitasi nol”.
Istilah itu sudah tidak digunakan lagi dan diganti dengan istilah yang lebih akurat, yaitu “gravitasi mikro”.
Bagaimanapun, meski efek gravitasi Bumi ditiadakan, segala sesuatu yang bermassa memiliki tarikan gravitasi, sehingga astronot merasakan sedikit gravitasi dari stasiun luar angkasa atau bahkan dari satu sama lain.
Namun, gaya-gaya ini sangat lemah, sehingga tubuh tidak benar-benar merasakannya.
Selain itu, stasiun luar angkasa berada di sekeliling gaya ini dan menarik ke segala arah, bahkan lebih kuat ke arah massa yang paling besar.
| 9 Makanan Kaya Zat Besi untuk Atasi Anemia Secara Alami, Biji Labu hingga Brokoli |
|
|---|
| Ikan Gabus, Dari Tradisi Penyembuhan Luka hingga Potensi Antioksidan dan Antihipertensi |
|
|---|
| Pohon Sawit Tak Dapat Gantikan Fungsi Hutan, Berikut Penjelasannya |
|
|---|
| Versi Terbaru Kebutuhan Protein Manusia Per Hari, Berikut Penjelasan Ahli |
|
|---|
| Tempe Goreng Lebih Sehat daripada Keripik Tempe, Begini Penjelasan Pakar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/TOPAN2.jpg)